Info Kejadian Makassar

Tekad Pantang Menyerah, Asri Raih Beasiswa KIP-K di Universitas Hasanuddin

INKAM, MAKASSAR – Keterbatasan hidup tak menghalangi langkah Asri, mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (Unhas), untuk mengukir prestasi.

Berkat perjuangan dan tekadnya, ia berhasil meraih Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), yang kini menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Asri berasal dari Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, dan tumbuh dalam kondisi keluarga yang penuh tantangan.

Kedua orang tuanya berpisah ketika ia berusia dua tahun, memaksanya tinggal bersama sang nenek yang hidup dalam keterbatasan.

Untuk membantu ekonomi keluarga, Asri kecil terbiasa menjual buras dan putu di sekolah.

Namun, situasi tersebut tidak mematahkan semangatnya untuk terus belajar dan berprestasi.

Semasa SMA, Asri menunjukkan bakat dan kepemimpinannya. Ia menjabat sebagai Ketua PMR, Ketua OSIS, dan Ketua MPK di SMA Negeri 5 Barru.

Prestasinya juga mencakup medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) untuk bidang Bahasa Indonesia dan Sejarah, serta medali perak di cabang Matematika.

Selain itu, ia meraih Juara 1 Duta GenRe Kabupaten Barru 2023, dan gelar Best Advokasi Duta GenRe Sulawesi Selatan pada 2024.

Namun, perjalanan menuju Unhas penuh rintangan. Saat pendaftaran, kendala administrasi hampir menggagalkan impiannya.

“Nilai semester 5 saya tidak terinput. Rasanya seperti ditinggalkan di tengah jalan, tapi saya tetap berdoa dan berserah diri,” kenang Asri.

Beruntung, perpanjangan masa pengisian data memberinya kesempatan untuk menyelesaikan pendaftaran.

Baca Juga  Unhas Jadi Tuan Rumah Silaturahmi Kerja Wilayah ICMI Orwil Sulsel

Kendala biaya juga menjadi tantangan besar bagi Asri.

Dengan kondisi finansial terbatas, ia hanya mengandalkan uang kemenangan sebagai Duta GenRe Best Advokasi, untuk membayar UKT pertamanya sebesar Rp1 juta.

Sisanya digunakan untuk kebutuhan hidup seperti tempat tinggal di Makassar.

Kini, dengan bantuan beasiswa KIP-K, Asri dapat fokus pada perkuliahan tanpa harus memikirkan biaya UKT dan kebutuhan hidup lainnya.

Bantuan tersebut juga memungkinkan Asri, membeli laptop second yang sangat ia butuhkan, untuk mengerjakan tugas kuliah.

“Alhamdulillah, KIP-K sangat membantu. Sebelumnya, saya harus meminjam laptop teman atau menggunakan komputer di perpustakaan,” ujarnya penuh syukur.

Selain aktif dalam studi, Asri juga mengasah keterampilan di berbagai organisasi mahasiswa seperti UKM LeDHak (Lembaga Dialektika Haluan Kebangsaan) Unhas dan KSEI FoSEI (Forum Studi Ekonomi Islam) FEB.

Keaktifannya ini, merupakan upaya untuk terus berkembang dan berkontribusi di lingkungan kampus.

Asri bercita-cita bekerja di perusahaan di Kalimantan, tempat ayahnya bekerja, untuk membuktikan kemampuannya.

“Ayah saya dulu melarang saya melanjutkan pendidikan dan menyuruh bekerja sebagai buruh. Saya ingin menunjukkan bahwa saya bisa sukses dengan pendidikan,” tutupnya penuh semangat.

Kisah Asri menjadi bukti nyata, bahwa keterbatasan bukanlah penghalang, melainkan motivasi untuk meraih kesuksesan.

WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO