INKAM, MAKASSAR – Program LAYARKU yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar tidak hanya fokus menjangkau desa, tetapi juga mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat pedesaan.
Hal ini termasuk menggandeng mahasiswa KKN sebagai duta literasi keuangan.
Kepala OJK Sulselbar, Darwisman, menjelaskan bahwa hingga saat ini jumlah duta literasi keuangan telah mencapai 4.830 orang. “Mahasiswa KKN ini membantu masyarakat memahami dan memanfaatkan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan, terutama di daerah pedesaan,” ujarnya.
Selain itu, OJK Sulselbar juga memanfaatkan digitalisasi dan media sosial untuk memperluas akses informasi terkait program LAYARKU. Dengan pendekatan ini, masyarakat dapat lebih mudah mengakses literasi keuangan, bahkan di daerah terpencil.
Darwisman menyebut, program LAYARKU juga bertujuan memaksimalkan peran Industri Jasa Keuangan (IJK) seperti tenaga marketing, mantri, dan account officer (AO) di seluruh kabupaten dan kota di Sulsel dan Sulbar.
“IJK memainkan peran penting dalam memberikan literasi dan akses keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat hingga tingkat pedesaan,” jelasnya.
Ia berharap, kolaborasi dengan berbagai pihak ini dapat terus berjalan hingga 2025 untuk mencapai target 3.706 desa.
“Sinergi yang melibatkan mahasiswa, pemerintah, dan IJK ini menjadi kunci sukses program LAYARKU,” tegas Darwisman.















