INKAM, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar menilai, dukungan lembaga jasa keuangan (LJK) menjadi kunci sukses Program 3 Juta Rumah, yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Selain mendukung pembiayaan, OJK juga mendorong sinergi antara pemerintah, pengembang properti, dan stakeholder lainnya untuk mewujudkan program ini.
Kepala OJK Sulselbar, Darwisman, menyebutkan, keterlibatan lembaga jasa keuangan seperti perbankan, pembiayaan, dan asuransi, sangat penting untuk mendukung pembiayaan rumah bagi masyarakat, terutama generasi muda yang membutuhkan hunian.
“Ekosistem perumahan harus melibatkan seluruh stakeholder, termasuk dukungan pemerintah melalui kebijakan dan edukasi keuangan,” ungkapnya.
Menurutnya, salah satu tantangan utama dalam program ini, adalah mencukupi kebutuhan rumah di Sulawesi Selatan, yang diproyeksikan mencapai 100 ribu unit per tahun.
Namun, hingga kini baru sekitar 25 ribu unit yang dapat dipenuhi. Hal ini memerlukan kerja keras dan kolaborasi, untuk mendukung pendanaan program ini secara berkelanjutan.
Darwisman juga menekankan, pentingnya pengelolaan keuangan yang baik oleh masyarakat, untuk memastikan pembayaran kredit rumah berjalan lancar. “
Edukasi literasi keuangan menjadi salah satu fokus utama, agar masyarakat tidak menghadapi masalah saat mendapatkan pembiayaan,” katanya.
Dengan bonus demografi di Sulawesi Selatan, di mana lebih dari 50 persen penduduk adalah generasi Gen-Z, kebutuhan rumah diprediksi terus meningkat.
OJK berharap, sinergi antar-pemangku kepentingan, dapat mendorong terwujudnya ekosistem pembiayaan, yang mendukung pertumbuhan sektor perumahan.















