INKAM, MAKASSAR – Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Fatih kembali mencuri perhatian, dengan menggelar program Lovemberia, sebuah rangkaian kegiatan yang memadukan semarak Hari Kesehatan Nasional dan Hari Guru.
Salah satu acara unggulannya adalah seminar Healthy Lifestyle yang digelar di Theater Class Poltekkes Kementerian Kesehatan, Jalan Wijaya Kusuma Raya, Makassar, Sabtu (23/11/2024).
Direktur Humas SIT Al Fatih, Muhammad Syahrir, SE., menyampaikan, Lovemberia bertujuan, untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan dan pendidikan di lingkungan sekolah.
“Kami menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mendidik, tetapi juga memberikan manfaat langsung. Seperti seminar, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, hingga lomba rangking satu. Ini bentuk apresiasi kami kepada keluarga besar SIT Al Fatih dan masyarakat,” ujar Syahrir.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber terkemuka: dr. Aryati R. Bamahry, M.Kes, Sp.GK (K), FISQua, AIFO-K, seorang dokter spesialis gizi sekaligus Direktur Pelayanan Medik RS Ibnu Sina Makassar, dan Dr. Peni Setyowati, S.Si, M.Si, MCPC, seorang Alice Coach serta Master NLP Practitioner.
Dr. Aryati memberikan wawasan tentang pentingnya pola hidup sehat, sementara Dr. Peni berbicara tentang strategi pendidikan yang efektif untuk anak-anak.
“Kami berharap, para guru dapat menerapkan ilmu yang diperoleh, untuk mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal, baik secara fisik maupun intelektual,” tambah Syahrir.
Selain seminar, SIT Al Fatih bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Masyarakat Banta-Bantaeng, mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis.
Layanan ini meliputi cek gula darah, tekanan darah, dan pemeriksaan kesehatan lainnya.
“Kami juga mengadakan donor darah bersama PMI dengan target 50 kantong darah. Para peserta donor berasal dari guru internal kami, tamu undangan, hingga relawan,” ungkap Syahrir.

Kepala Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar, Rustam, S.Si, M.Kes., turut memberikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan di kalangan pendidik.
“Guru harus menjadi teladan dalam pola hidup sehat. Dengan kesehatan yang prima, guru dapat menginspirasi siswa untuk menjalani gaya hidup yang lebih baik,” ujar Rustam.
Rustam juga memaparkan rencana pemerintah, terkait program cek up ulang tahun, sebuah inisiatif yang mewajibkan pemeriksaan kesehatan rutin setiap ulang tahun.
“Program ini memungkinkan kita memantau kondisi kesehatan secara berkala, dan mendeteksi potensi penyakit di masa depan,” jelasnya.
SIT Al Fatih, yang didirikan oleh almarhum dr. Adnan Ibrahim pada tahun 2017, kini memiliki lebih dari 900 siswa yang tersebar di unit TK, SD, SMP, dan SMA.
Berkat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, dua tahun lalu sekolah ini menjadi satu-satunya sekolah penggerak di Sulawesi Selatan, yang lolos seleksi pemerintah provinsi.
“Keberadaan SIT Al Fatih adalah bentuk dedikasi kami untuk masyarakat, mencetak generasi Qur’ani yang cerdas dan berkarakter,” kata Syahrir.
Dengan lebih dari 240 tenaga pendidik, SIT Al Fatih terus berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik di Kota Makassar.
Lokasi unit pendidikan SIT Al Fatih tersebar di beberapa tempat strategis, yakni TK dan SMP di Jalan Dr. Sam Ratulangi, SD di Jalan Domba, dan SMA di Jalan Mappanyukki.
Keberagaman ini memperkuat posisi SIT Al Fatih, sebagai institusi pendidikan berkualitas di Makassar.
Program Lovemberia juga dimeriahkan dengan lomba rangking satu, yang diikuti oleh siswa-siswi SIT Al Fatih.
“Semoga kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi institusi lain, untuk berinovasi dalam memberikan manfaat luas kepada masyarakat,” tutup Syahrir.
Dengan program seperti Lovemberia, SIT Al Fatih berharap, dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan dan mutu pendidikan masyarakat.
Program ini menjadi bukti nyata, bahwa langkah kecil yang konsisten, dapat membawa perubahan besar di masa depan.















