INKAM, MAKASSAR – Setelah berlangsung selama dua hari, Anging Mammiri Business Fair (AMBF) × South Sulawesi Investment Forum (SSIF) 2024 resmi ditutup, pada Kamis (21/11/2024) di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar.
Kegiatan ini mencatatkan kesepakatan ekspor sebesar USD6,37 juta atau sekitar Rp98,78 miliar, serta menawarkan 14 proyek investasi bernilai Rp9,5 triliun kepada para investor.
Acara penutupan dilakukan oleh Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Setda Sulsel, Abdul Azis Bennu, yang menyampaikan apresiasinya atas pencapaian tersebut.
“Saya bangga menyaksikan pelaku UMKM Sulsel, berhasil menandatangani kontrak untuk pasar global. Ini menunjukkan bahwa UMKM Sulsel mampu bersaing di pasar internasional,” ungkap Azis.
Sulawesi Selatan telah lama dikenal sebagai salah satu pusat ekspor unggulan di Indonesia.
Lebih dari 250 jenis komoditas, mulai dari produk perikanan, hortikultura, hingga produk tambang, telah diekspor ke berbagai negara.
Komoditas baru, seperti talas, mente, buah naga, dan terong belanda, juga terus dikembangkan untuk memperluas pasar ekspor.
“Kami berharap lebih banyak generasi muda yang mengambil peluang ini, dan mengolah potensi komoditas lokal menjadi produk bernilai ekspor,” tambah Azis.
Deputi Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan, Wahyu Purnama A, menilai, AMBF x SSIF 2024 berhasil memperkuat persepsi positif tentang iklim investasi di Sulsel.
“Sulsel memiliki potensi besar sebagai gerbang Kawasan Indonesia Timur, dan pemasok kebutuhan bagi Ibu Kota Nusantara (IKN),” ujarnya.
Potensi tersebut didukung oleh sumber daya alam yang melimpah, dan peluang pengembangan sektor unggulan, seperti pertanian, perikanan, manufaktur, pariwisata, dan energi terbarukan.
Untuk mendorong ekspor, Bank Indonesia telah menggelar program Rewako Ekspor 2024, yang melibatkan 30 UMKM binaan.
Program ini dirancang untuk mempersiapkan UMKM menjadi eksportir, dengan memberikan pelatihan intensif, promosi, dan pendampingan.
“Kami mendampingi UMKM dalam enam kali sesi pelatihan, termasuk promosi langsung kepada atase dagang dan mitra internasional,” jelas Wahyu.
Melalui program ini, BI berhasil memfasilitasi penandatanganan MoU senilai Rp184,92 miliar, termasuk 13 transaksi ekspor ke delapan negara dengan nilai total Rp91,12 miliar pada hari pembukaan.
AMBF x SSIF 2024 juga menawarkan berbagai kegiatan strategis, seperti seminar, sesi berbagi pengalaman, mini expo, dan site visit ke proyek investasi strategis.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian investor adalah Makassar New Port, yang menjadi lokasi site visit dan pitching proyek investasi.
Dari sisi investasi, telah dilakukan dua Memorandum of Understanding (MoU) dan satu Letter of Intent (LoI) antara pemilik proyek dan investor.
Pitching oleh tiga proyek potensial juga dilanjutkan, dengan pertemuan langsung untuk pembahasan lebih mendalam.
Pada acara penutupan, AMBF x SSIF 2024 mencatatkan tambahan kesepakatan ekspor senilai Rp7,65 miliar, untuk delapan transaksi UMKM ke tiga negara.
“Kami optimis kegiatan ini, menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi Sulsel yang lebih kuat dan berdaya saing global,” ujar Wahyu.
Dengan tema “Amplifying Investment and Broadening Global Export Channels to Foster Economic Growth”, AMBF x SSIF 2024 diharapkan dapat menjadi langkah konkret, untuk memperkuat ekspor dan mendorong akselerasi investasi, demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sulsel.












