INKAM, MAKASSAR – Kalla Institute membuka pendaftaran mahasiswa baru, tahun ajaran 2025.
Hal ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Atrium Kalla Institute, lantai 6 Nipah Park, Makassar, Senin (11/11/2024).
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Kalla Institute Syamril, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Anhar Januar Malik, serta Kepala Biro Marketing dan Admisi Andi Jamiati Paramita.
Kalla Institute menawarkan empat program studi yang diminati oleh calon mahasiswa, yaitu Kewirausahaan, Manajemen Retail, Sistem Informasi dan Teknologi, dan Bisnis Digital.
Menurut Rektor Kalla Institute, Syamril, keempat program studi ini dikembangkan, untuk memenuhi kebutuhan industri yang semakin berkembang di Makassar dan wilayah sekitarnya.
Kalla Institute juga memiliki keunggulan yang menarik dari segi lokasi, yakni berada di pusat perbelanjaan Nipah Park.
Hal ini memberikan nuansa belajar yang unik bagi mahasiswa, karena mereka dapat merasakan atmosfer bisnis secara langsung.
“Tempatnya di mal, jadi nuansa bisnisnya terasa. Mahasiswa bisa langsung praktek dengan suasana bisnis yang nyata,” kata Syamril.
Selain keunggulan dari segi lokasi, Kalla Institute juga menawarkan biaya pendidikan yang terjangkau dan berbagai kemudahan.
Kepala Biro Marketing & Admisi, Andi Jamiati Paramita, menjelaskan, saat ini pihaknya menawarkan promo early bird hingga akhir Desember 2024.
Promo ini meliputi bebas biaya pendaftaran, bebas tes seleksi masuk, dan beasiswa SPP hingga 50 persen sampai semester delapan.
Tidak hanya itu, Kalla Institute juga memberikan kesempatan bagi sekolah-sekolah yang merekomendasikan siswa mereka, untuk mendapatkan insentif referral sebagai bentuk apresiasi.
Dengan berbagai kemudahan ini, diharapkan dapat membantu lebih banyak calon mahasiswa, untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Kalla Institute.
Pendaftaran mahasiswa baru juga dibuka melalui beberapa jalur seleksi, seperti jalur reguler, jalur nilai rapor, jalur prestasi OSIS/MPK/ekstrakurikuler, nilai UTBK, serta jalur beasiswa.
“Kami berusaha membuka akses seluas mungkin, agar siapa pun yang memiliki potensi bisa bergabung di Kalla Institute,” ujar Andi Jamiati.
Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Anhar Januar Malik, mengungkapkan, Kalla Institute telah mengadopsi Kurikulum Merdeka, yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar sesuai minat dan bakat mereka.
Setiap calon mahasiswa akan mengikuti sesi wawancara, untuk memastikan kesesuaian minat dengan program studi yang dipilih.
“Kami ingin mencegah mahasiswa salah memilih jurusan, sehingga mereka bisa maksimal di bidang yang diminati,” jelas Anhar.
Selain itu, Kalla Institute juga menerapkan pembelajaran berbasis proyek dan studi kasus, di mana 50 persen dari kegiatan perkuliahan diisi dengan aktivitas praktis.
Metode ini diharapkan, dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif, dan mendukung kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja.
Dengan kombinasi antara program studi yang relevan, fasilitas modern, biaya terjangkau, serta pembelajaran yang inovatif, Kalla Institute optimis dapat menarik minat para calon mahasiswa, yang ingin mendapatkan pengalaman belajar berbasis industri yang kuat di Makassar.















