INKAM, YOGYAKARTA – Kota Makassar kembali mendapat pengakuan nasional atas komitmennya, dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Melalui penghargaan Pentaloka Nasional ADINKES 2024 yang diterima Pjs Wali Kota Makassar, Andi Arwin Azis, di Yogyakarta pada Selasa (5/11/2024), Kota Makassar menunjukkan kepemimpinannya dalam implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, yang menyerahkan penghargaan, menekankan pentingnya peran KTR, dalam mendukung program pemerintah untuk menekan angka stunting.
“Salah satu faktor yang memengaruhi stunting adalah kebiasaan merokok di keluarga. Konsumsi rokok dapat mengurangi alokasi anggaran rumah tangga, untuk kebutuhan gizi yang lebih penting,” jelasnya.
Ketua Umum ADINKES, dr. M. Subuh, MPPM, mengungkapkan, konsumsi rokok menjadi salah satu pengeluaran terbesar rumah tangga setelah beras.
Kondisi ini menimbulkan tantangan, dalam upaya memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
“Pengendalian konsumsi rokok tidak hanya soal kesehatan, tapi juga untuk mengurangi risiko stunting melalui pengelolaan prioritas pengeluaran rumah tangga,” ujarnya.
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024 mencatat angka stunting nasional berada di 21,5 persen, turun hanya 0,1 persen dari tahun sebelumnya.
Target pemerintah menurunkan angka stunting menjadi 14 persen pada akhir tahun ini, memerlukan langkah kolektif yang kuat, termasuk melalui penguatan kebijakan KTR di tingkat daerah.
Kota Makassar, salah satu dari 29 kabupaten/kota penerima penghargaan, mendapatkan apresiasi atas langkah inovatifnya dalam menyediakan layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM).
Layanan ini diharapkan dapat membantu masyarakat, untuk mengurangi kebiasaan merokok, terutama di lingkungan keluarga.
Kadinkes Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, yang turut hadir dalam acara tersebut, menjelaskan bahwa implementasi KTR di Makassar, tidak hanya berfokus pada penegakan regulasi, tetapi juga edukasi kepada masyarakat.
“Kami ingin memastikan, masyarakat paham pentingnya menciptakan lingkungan bebas asap rokok demi kesehatan keluarga, terutama anak-anak,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Wamendagri Bima Arya juga menyoroti pentingnya political will dari pimpinan daerah, dalam pengendalian tembakau.
Menurutnya, tanpa kepedulian kepala daerah, kebijakan seperti Perda KTR, akan sulit mencapai dampak yang diharapkan.
“Komitmen dari wali kota atau bupati adalah kunci untuk memastikan keberhasilan program ini,” tegasnya.
Keberhasilan implementasi KTR di Kota Makassar, dinilai sejalan dengan salah satu tujuan utama pemerintah, yaitu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
“SDM yang sehat adalah fondasi penting untuk mencapai visi besar ini. Langkah-langkah seperti KTR menunjukkan, bahwa kita berada di jalur yang tepat,” ujar Bima Arya.
Penghargaan Pentaloka Nasional ini, menjadi pengakuan atas kerja keras Pemkot Makassar dan masyarakatnya, dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Melalui langkah-langkah ini, Kota Makassar tidak hanya meningkatkan kualitas hidup warganya, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian target kesehatan nasional.












