INKAM, MAKASSAR – Beberapa hari terakhir, calon Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, menjadi sasaran kampanye hitam yang merugikan citra dirinya.
Salah satu bentuk kampanye hitam tersebut, adalah manipulasi gambar berita dari media lokal ternama, SindoMakassar.com.
Dalam gambar yang tersebar, judul asli berita “Survey Tetap di Puncak, Appi Harap Tim & Relawan Tetap Jaga Basis” telah diganti oleh oknum tak bertanggung jawab menjadi “Survey Tetap di Puncak, Appi: ‘Tuhan Pun Saya Tumbangkan’”.
Juru bicara MULIA, Andi Widya Syadzwina, mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan manipulatif ini.
“Kami sangat menyesalkan adanya kampanye hitam yang ditujukan kepada calon Walikota kami, Bapak Munafri Arifuddin. Ini sangat kejam, terlebih lagi dengan membawa-bawa nama Tuhan,” ujarnya.
Wina juga menambahkan, bahwa kampanye hitam ini biasanya dilakukan oleh pihak yang tidak mampu bersaing secara fair dalam ajang demokrasi.
“Tindakan seperti ini biasanya dilakukan oleh mereka yang tidak bisa bersaing secara adil, dan tidak mampu mengejar ketertinggalan. Terlebih saat melihat survei MULIA, yang terus bertengger di puncak dengan tren meningkat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wina menegaskan, pihaknya akan mengambil langkah hukum, jika pembuat gambar editan tersebut tidak segera meminta maaf.
Ia menyatakan, bahwa tidak hanya Munafri yang dirugikan, namun juga media SindoMakassar yang reputasinya tercoreng.
“Kami tidak akan tinggal diam, baik atas nama calon kami maupun nama baik media yang telah disalahgunakan,” tegasnya.
Munafri Arifuddin, atau yang dikenal dengan panggilan Appi, dikenal sebagai sosok yang santun dan beretika, menurut Wina.
“Pak Munafri adalah pribadi yang baik, santun, beretika, dan menjunjung tinggi adab. Meskipun ada pihak-pihak yang mencoba mencederai nama baik beliau, kami yakin masyarakat Makassar sudah cukup cerdas untuk menyikapi dinamika politik yang ada saat ini. Kami berharap, tidak ada warga yang percaya pada kampanye hitam yang menyesatkan ini,” tuturnya.
Kejadian ini mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam berpolitik, dan mendorong persaingan yang sehat dan jujur demi kemajuan demokrasi di Kota Makassar.















