INKAM, MAKASSAR – Calon Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Danny Pomanto dan pasangannya, Azhar Arsyad (Danny – Azhar), memulai debat publik Pilgub Sulsel 2024, dengan memaparkan visi dan misi unggulannya.
Dalam acara yang digelar di Hotel Four Points Makassar, pasangan nomor urut 1 itu mengusung visi Sulsel sebagai Global Food Hub, dengan slogan Sombere’, Macca, dan Resilient untuk Semua.
Danny Pomanto menjelaskan, bahwa visi tersebut bertujuan, menjadikan Sulsel sebagai pusat pangan global yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami akan membangun Sulsel sebagai Global Food Hub, yang tidak hanya berdaya saing tetapi juga sombere’ dan ramah lingkungan,” ujar Danny, dalam debat yang berlangsung Senin (28/10/2024) malam.
Pasangan Danny-Azhar, yang dikenal dengan tagline DIA, memfokuskan paparannya pada tiga misi utama, dari delapan misi strategis yang mereka rancang.
Misi pertama, kata Danny, berfokus pada restrukturisasi spasial dan ekologi, untuk menciptakan kawasan produktif dan ramah lingkungan.
“Misi pertama kami adalah restrukturisasi ruang dan ekologi secara sombere’, macca, dan resilient. Kami akan membangun 10 kawasan unggulan Sulsel secara serentak dan terintegrasi,” paparnya.
Selain itu, pasangan DIA akan memperkuat infrastruktur terpadu, untuk meningkatkan konektivitas wilayah, sekaligus memberdayakan desa agar lebih berdaya saing.
Danny juga menekankan pentingnya mitigasi di berbagai wilayah Sulsel, seperti pesisir, daratan, dan pegunungan.
“Kami akan membangun ekosistem ketahanan air, mempromosikan gerakan dekarbonisasi dan oxigenisasi, serta menciptakan pariwisata hijau yang produktif,” tambahnya.
Misi kedua disampaikan oleh Azhar Arsyad, yang menitikberatkan pada rekonstruksi sosial dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Sulsel.
“Kami fokus pada peningkatan kualitas SDM yang inklusif dan berdaya saing, dengan membangun ekosistem pendidikan unggul di seluruh wilayah Sulsel,” ujarnya.
Azhar menambahkan, mereka juga akan memperkuat layanan kesehatan dengan konsep smart health dan smart care berbasis kecamatan.
“Kami akan menyiapkan 13.000 tenaga kerja terampil di bidang digital, untuk mendukung bisnis dan lapangan kerja berbasis desa,” lanjutnya.
Selain itu, penguatan nilai budaya juga menjadi prioritas.
Pasangan ini berkomitmen mempromosikan budaya Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja, sebagai aset strategis untuk memperkuat identitas dan daya saing Sulsel, di kancah nasional maupun internasional.
Azhar menyebut, bahwa DIA akan memperkokoh jejaring sosial melalui gerakan Jagai Anakta, yang mengedepankan solidaritas berbasis nilai-nilai egaliter.
“Gerakan ini akan memperkuat ikatan sosial dan ketahanan komunitas di seluruh Sulsel,” jelasnya.
Pada misi ketiga, Danny-Azhar berkomitmen memperkuat ekonomi dan teknologi, dengan pendekatan yang inovatif.
Mereka menekankan pengembangan ekonomi berbasis pangan, yang mencakup sektor perdagangan, industri, dan pariwisata.
Danny menuturkan, pemerintah daerah akan berperan sebagai offtaker, untuk memberdayakan petani dan nelayan.
Mereka juga berencana membangun kawasan hilirisasi pertanian dan perikanan, yang terpadu dan siap bersaing di pasar global.
Lebih lanjut, pasangan DIA akan mengembangkan ekosistem ekonomi biru, dengan penerapan standar teknologi hijau dan memperkenalkan platform digital “Sulsel Sombere’ & Macca” sebagai pusat kolaborasi digital.
Mereka juga berencana mengoptimalkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berbasis digital, dengan komitmen kuat untuk mencegah korupsi.
“Kami akan membangun ekosistem energi, pangan, dan ketahanan siber untuk masa depan Sulsel yang berdaya saing,” ungkap Danny.
Danny Pomanto dan Azhar Arsyad optimistis bahwa dengan visi dan misi tersebut, Sulsel akan menjadi provinsi yang lebih produktif, ramah lingkungan, dan siap menghadapi tantangan global.
“Kami yakin Sulsel bisa lebih maju dan resilient, sekaligus mempertahankan nilai sombere’ sebagai kekuatan sosial,” pungkas Danny.
Debat publik ini menjadi kesempatan bagi pasangan calon, untuk memaparkan ide-ide besar mereka kepada masyarakat.
Danny-Azhar berharap, program mereka mendapat dukungan luas dari publik, agar dapat diwujudkan dalam kepemimpinan mendatang.












