Info Kejadian Makassar

Debat Pilgub Sulsel Memanas: Danny Pomanto Kritik Klaim Penurunan Kemiskinan Andi Sudirman

INKAM, MAKASSAR – Debat Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan (Pilgub Sulsel) di Hotel Four Points By Sheraton, Makassar, Senin (28/10/2024) malam, berlangsung panas ketika Calon Gubernur Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto dan Andi Sudirman Sulaiman saling beradu argumen, terkait data kemiskinan dan pengangguran di Sulsel.

Dalam debat tersebut, Andi Sudirman mengklaim bahwa tingkat kemiskinan di Sulsel selama masa jabatannya mengalami penurunan, menjadi bukti keberhasilan koordinasi pemerintah provinsi dengan pemerintah daerah.

“Kami rutin melakukan rapat koordinasi untuk mengidentifikasi wilayah miskin ekstrem. Saat menjabat, angka kemiskinan ekstrem menurun dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat,” ujar Andi Sudirman.

Andi Sudirman memaparkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), menyebutkan bahwa tingkat kemiskinan pada 2021 berada di angka 8,78 persen, menurun menjadi 8,66 persen pada 2022, meski kembali naik sedikit menjadi 8,70 persen pada 2023.

“Trennya menurun jika dibandingkan awal masa jabatan saya,” tambahnya.

Danny Pomanto langsung menanggapi pernyataan tersebut dengan skeptis. Ia mengaku heran dengan klaim penurunan kemiskinan tersebut, merujuk pada data statistik yang menunjukkan peningkatan.

“Saya agak heran dibilang kemiskinan menurun. Data BPS mencatat 8,63 persen di 2022 dan naik menjadi 8,70 persen di 2023. Artinya, kemiskinan tidak turun, malah naik,” tegas Danny.

Danny juga menyinggung angka pengangguran di Sulsel yang menurutnya mengalami kenaikan, berdampak langsung pada sejumlah daerah.

Baca Juga  Bulan Ramadan 1445 H/2024, IHGMA Sulsel Berbagi Bersama Anak Panti Asuhan

“Pengangguran naik, dan ini turut memengaruhi wilayah kabupaten dan kota,” ujar Danny.

Namun, ia menekankan bahwa di Kota Makassar, angka pengangguran justru berhasil ditekan, selama masa kepemimpinannya sebagai wali kota.

“Pengangguran di Makassar menurun karena kebijakan yang tepat. Ini bukti bahwa koordinasi dan penguatan di tingkat lokal sangat penting,” imbuh Danny.

Danny menekankan perlunya pemberdayaan kelembagaan hingga ke tingkat desa dan kelurahan, untuk mengatasi persoalan kemiskinan secara efektif.

“Kalau semua kepala desa, lurah, hingga RT/RW bekerja maksimal dan dilengkapi pengawasan menggunakan CCTV, kita bisa mendeteksi dan mengatasi kemiskinan sampai ke pelosok,” jelas Danny.

Sebagai penutup, Andi Sudirman menegaskan,  bahwa angka kemiskinan dan pengangguran di Sulsel sudah menunjukkan perbaikan berdasarkan data resmi BPS.

“Pengangguran pada 2021 sebesar 5,7 persen, turun menjadi 4,33 persen pada 2023. Saya rasa ini pencapaian yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Debat ini semakin memperjelas perbedaan pandangan antara kedua kandidat, mengenai cara penanganan kemiskinan dan pengangguran di Sulsel.

Masing-masing calon menawarkan pendekatan berbeda, untuk membawa Sulsel menjadi provinsi yang lebih maju dan sejahtera.

Ajang debat Pilgub Sulsel 2024 ini tidak hanya menjadi adu visi dan misi, tetapi juga menjadi ajang bagi publik untuk menilai, siapa kandidat yang paling kompeten dalam menangani isu-isu krusial di provinsi tersebut.

WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO