INKAM, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong budidaya pisang cavendish, sebagai komoditas unggulan baru di wilayah ini.
Program ini diharapkan, dapat meningkatkan ekonomi lokal dan kesejahteraan petani.
Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Darwisman menyampaikan, bahwa pisang cavendish memiliki permintaan pasar global yang tinggi.
“Kami melihat peluang besar di sektor ini, karena permintaan internasional sangat tinggi,” ujar Darwisman.
Hingga saat ini, 52 petani telah mendapatkan akses pembiayaan dengan total kredit Rp4,95 miliar dan luas lahan 49,5 hektare.
Dukungan akses keuangan ini, difasilitasi oleh BPD Sulselbar sebagai bank mitra.
Darwisman menyatakan, bahwa sektor pertanian harus menjadi fokus dalam pengembangan ekonomi daerah.
“Kami ingin mendorong sektor pertanian, agar lebih produktif dan kompetitif,” ungkap Mahendra.
Petani yang terlibat dalam program ini, mendapatkan pendampingan teknis dan akses pasar, melalui skema kemitraan dengan offtaker.
Darwisman menambahkan, bahwa luas lahan potensial mencapai 2.262 hektare dan akan terus dikembangkan.
Program ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan kualitas produk, agar dapat diterima di pasar ekspor.
“Kami optimistis Sulawesi Selatan bisa menjadi sentra produksi pisang cavendish,” kata Darwisman.
Dengan pengembangan ekosistem yang baik, pemerintah dan OJK berharap sektor pertanian di Sulawesi Selatan, dapat tumbuh pesat dan berkontribusi signifikan bagi perekonomian daerah.












