INKAM, MAKASSAR – Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-52 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan berlangsung meriah di Hotel Myko, Makassar, Kamis, 24 Oktober 2024.
Acara puncak tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, mewakili Penjabat Gubernur Sulsel, Prof. Zudan Arif Fakrulloh.
Acara dihadiri Kepala OPD Pemprov Sulsel, Ketua Dharma Wanita Persatuan Sulsel Melani Simon, Ketua PKK kabupaten/kota se-Sulsel, dan kader PKK yang turut berpartisipasi secara virtual.
Dalam rangkaian kegiatan, sejumlah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan dengan beberapa pihak, seperti BKKBN, Jasa Raharja, BNN, PT Yakult Indonesia, Yayasan CCC, dan RSGMP Unhas.
Puncak peringatan ini juga dimeriahkan, dengan pemberian penghargaan kepada kader PKK terbaik, serta penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba yang diadakan sebagai bagian dari perayaan HKG ke-52.
Festival Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman), yang sebelumnya dibuka oleh Prof. Zudan Arif Fakrulloh, turut digelar di lokasi yang sama.
Penjabat Ketua TP PKK Sulsel, Ninuk Triyanti Zudan, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara PKK dan pemerintah.
“Peringatan HKG ini membuktikan, bahwa kolaborasi antara PKK dan pemerintah telah membawa dampak positif, yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Ninuk menambahkan, bahwa dukungan dari BUMN, BUMD, dan stakeholder lain, sangat penting untuk memperkuat program pemberdayaan perempuan dan keluarga.
“Di usia ke-52 ini, PKK akan terus menjadi motor penggerak kesejahteraan keluarga dan mitra strategis pemerintah, dalam mengatasi tantangan pembangunan di sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Sekda Sulsel Jufri Rahman menyebut HKG PKK ke-52 ini sebagai momentum refleksi dan penguatan komitmen, untuk pemberdayaan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.
“Tema tahun ini, ‘Bergerak Bersama PKK, Mewujudkan Keluarga Sejahtera Menuju Indonesia Maju’, sangat relevan dengan visi kita ke depan,” ungkapnya.
Jufri menekankan, bahwa Gerakan PKK lahir dari, oleh, dan untuk masyarakat, dengan tujuan membentuk keluarga yang beriman, sehat, mandiri, serta memiliki kesadaran gender dan lingkungan.
“PKK juga menjadi mitra strategis pemerintah, berperan sebagai fasilitator dan pelaksana program di semua jenjang,” tambahnya.
Peran penting PKK dalam pembangunan, lanjut Jufri, terlihat dari kontribusinya dalam berbagai isu seperti penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, dan menekan inflasi melalui gerakan menanam cabai di pekarangan rumah.
“Saya memberikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK Sulsel, yang telah menginisiasi pilot project di beberapa kabupaten/kota. Ini langkah inovatif untuk mendorong program unggulan di setiap daerah, dan menjadi contoh keberhasilan dalam pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Jufri berharap, inisiatif tersebut dapat direplikasi di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
“Inovasi di bidang ketahanan pangan seperti kebun herbal dan kebun aku hatinya PKK, yang memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan, sangat mendukung kemandirian dan ketahanan pangan di rumah tangga,” jelasnya.
Acara HKG PKK ini, diharapkan dapat membawa semangat baru bagi seluruh kader PKK di Sulsel, untuk terus bersinergi dengan pemerintah.
“Kami ingin setiap langkah yang dilakukan PKK, mampu memperkuat program-program pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di Sulawesi Selatan,” pungkas Jufri.
Dengan suksesnya kegiatan ini, PKK Sulsel berharap dapat terus memperluas perannya sebagai mitra pemerintah dan penggerak masyarakat, mewujudkan keluarga sejahtera menuju Indonesia yang lebih maju.












