INKAM, MAKASSAR – Bank Indonesia Sulawesi Selatan bersama sejumlah regulator ekonomi keuangan dan pemerintah daerah (Pemda) se-Sulawesi Selatan (Sulsel) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Baruga Phinisi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel.
Forum ini bertujuan, memperkuat komunikasi dan koordinasi kebijakan ekonomi, serta menghasilkan rekomendasi strategis, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan.
Rakor ini dipimpin oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, Ricky Satria, dan dihadiri sejumlah pejabat penting.
Antara lain Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulsel, Supendi; Kepala OJK Sulsel dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Darwisman; serta Kepala Kantor LPS III, Fuad Zaen.
Selain itu, Sekretaris Daerah (Sekda) dan dinas terkait, seperti Dinas Pertanian dan Peternakan se-Sulsel juga turut hadir.
Mengusung tema akselerasi sektor perikanan dan peternakan, rakor ini berfokus pada upaya menggali potensi kedua sektor, yang memiliki kontribusi besar bagi ekonomi daerah.
Deputi Kepala BI Sulsel menekankan pentingnya hilirisasi sektor perikanan, dengan melibatkan berbagai pihak melalui pendekatan end-to-end.
“Percepatan hilirisasi harus didukung oleh pembentukan BUMD pangan, pengelolaan cold storage, serta diversifikasi pasar ekspor dengan sertifikasi produk,” ujar Ricky Satria.
Selain itu, pemanfaatan QRIS dan mobile banking untuk memperlancar transaksi UMKM, juga menjadi salah satu fokus dalam pengembangan sektor tersebut.
Kepala Kanwil DJPb Sulsel, Supendi, mengatakan, Kementerian Keuangan siap mendukung pengembangan ekonomi daerah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perikanan.
Ia mendorong Pemda, untuk melakukan pemetaan potensi daerah secara komprehensif, sebagai dasar pengajuan permintaan DAK.
Darwisman dari OJK Sulselbar menambahkan, pentingnya peningkatan produktivitas sektor perikanan dan peternakan, melalui klasterisasi dan integrasi dengan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
“Penghapusan praktik rentenir lewat program PHINISI juga jadi fokus, sekaligus mendorong hilirisasi industri berbasis sumber daya alam (SDA),” ungkap Darwisman.
Sementara itu, Kepala Kantor LPS III, Fuad Zaen, menekankan perlunya optimalisasi dana simpanan masyarakat, di perbankan daerah.
Ia menambahkan, peningkatan literasi keuangan di wilayah kabupaten/kota menjadi salah satu strategi, untuk mendorong masyarakat agar aktif menabung di bank.
Dalam sektor perikanan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Muhammad Ilyas, menyampaikan rencana pengembangan produk turunan rumput laut dan komoditas potensial, seperti teripang pasir, yang diminati pasar luar negeri.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan berkelanjutan, untuk menjaga pasokan ikan di masa mendatang.
Sekda Provinsi Sulsel yang diwakili Since, menggarisbawahi perlunya sinergi lintas sektor, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kolaborasi antara Pemda, regulator, perbankan, dan sektor swasta harus terus diperkuat agar seluruh potensi ekonomi dapat dioptimalkan,” jelasnya.
Rapat ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi implementatif, di antaranya pemenuhan energi dan bahan bakar, untuk mendukung hilirisasi sektor perikanan.
Selain itu, pertemuan tersebut sepakat bahwa monitoring dan evaluasi berkala sangat penting, untuk memastikan pelaksanaan rekomendasi berjalan sesuai rencana.
Sinergi 3P (Public, Private, Partnership) menjadi prinsip utama dalam menjalankan berbagai rekomendasi.
Rakor serupa akan terus diadakan secara rutin, sebagai bentuk monitoring, dan untuk menentukan prioritas pengembangan ekonomi potensial.
Menurut rencana, pilot project terkait pengembangan sektor unggulan, akan mulai dilaksanakan pada 2025.
Hal ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekonomi Sulawesi Selatan, sekaligus memaksimalkan potensi daerah secara berkelanjutan.















