INKAM, MAKASSAR – Fakultas Pertanian (FP) Universitas Bosowa (Unibos) melakukan kunjungan ke Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB), untuk melakukan benchmarking terkait pengembangan green house berbasis teknologi.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Dekan FP Unibos, Ir. A. Tenri Fitiryah, M.Si., Ph.D., bersama Wakil Dekan, Dr. Arif Nasution, serta tim dari Bosowa Energy dan Perusahaan Netafim Indonesia.
Kegiatan ini juga diwarnai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoA), yang menandai kerja sama dalam dua aspek utama, yakni kolaborasi riset Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan pengembangan green house di universitas.
Ir. A. Tenri Fitiryah mengungkapkan, pengembangan green house merupakan potensi besar yang perlu dimanfaatkan, melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan perusahaan yang memiliki inovasi sejenis.
“Kami ingin melihat pengembangan teknologi terkini green house, yang telah diterapkan oleh Perusahaan Netafim Indonesia dan Sekolah Vokasi IPB,” ujarnya.
Dari hasil benchmarking ini, Unibos memperoleh wawasan baru, tentang aspek penting dalam pengembangan green house.
Dekan FP Unibos menjelaskan, dalam jangka waktu empat tahun ke depan, mereka berencana mengembangkan green house, yang akan memberikan manfaat bagi dosen dan mahasiswa, dalam riset dan pengembangan inovasi lainnya.
“Kerja sama ini diharapkan, dapat membawa dampak positif bagi kegiatan akademik di Unibos. Dengan adanya green house ini, kami berharap dapat meningkatkan kapasitas riset dan inovasi di fakultas kami,” tambahnya.
Lebih jauh, Ir. A. Tenri Fitiryah menekankan, bahwa pengembangan green house berbasis teknologi terkini, tidak hanya akan membantu dalam menjaga ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang untuk komersialisasi produk yang dihasilkan.
“Dengan inovasi ini, kami berharap hasil penelitian dapat dikomersilkan dan memberikan manfaat bagi universitas, dosen, serta mahasiswa,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, Fakultas Pertanian Universitas Bosowa menunjukkan komitmennya, untuk berkontribusi pada pengembangan teknologi pertanian yang berkelanjutan, dan berdampak luas bagi masyarakat.












