INKAM, JAKARTA – Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif.
Hingga 25 September 2024, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencatatkan penguatan signifikan sebesar 8,53 persen sejak awal tahun (year to date/ytd).
Selain itu, kinerja intermediasi sektor jasa keuangan syariah pada Agustus 2024, juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Pembiayaan perbankan syariah tumbuh sebesar 11,65 persen, asuransi syariah naik 2,90 persen, dan piutang pembiayaan syariah meningkat 21,18 persen.
Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mirza Adityaswara, menegaskan komitmen OJK, dalam terus mendorong penguatan ekosistem syariah.
“Pertumbuhan sektor keuangan syariah yang signifikan ini merupakan hasil dari upaya kolaboratif semua pihak, termasuk regulator, industri, dan masyarakat. Kami di OJK terus melakukan pengawasan ketat, dan mendukung inisiatif yang memperkuat ekosistem keuangan syariah,” ujar Mirza.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem pasar modal syariah, OJK sedang memfinalisasi penerbitan Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) tentang Penerbitan Daftar Efek Syariah.
Peraturan ini bertujuan, untuk memperkuat seleksi saham syariah, serta memberikan pedoman bagi Pihak Penerbit Daftar Efek Syariah (PPDES) dalam penyusunan daftar efek syariah luar negeri.
“Melalui pengaturan yang lebih ketat, kami berharap penerapan prinsip syariah di pasar modal semakin optimal, dan menjadi acuan utama bagi pelaku investasi,” jelas Mirza.
Tak hanya itu, OJK juga tengah memonitor kesiapan industri asuransi, untuk melaksanakan pemisahan unit syariah (spin-off) paling lambat akhir tahun 2026.
Saat ini, 41 perusahaan asuransi dan reasuransi telah menyampaikan Rencana Kerja Pemisahan Unit Syariah (RKPUS).
“Kami memastikan kesiapan perusahaan dalam menjalankan proses spin-off ini. Hal ini penting, agar sektor asuransi syariah dapat berkembang secara independen dan lebih kuat ke depan,” kata Mirza.
OJK juga berfokus pada peningkatan literasi keuangan syariah.
Melalui ajang Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO), OJK berhasil melibatkan 4.373 pelajar dan mahasiswa dalam berbagai kompetisi.
Puncak acara ISFO yang diadakan pada 17 September 2024, menampilkan babak final Cerdas Cermat Keuangan Syariah serta penganugerahan Wirausaha Muda Syariah.
“Peningkatan literasi dan edukasi keuangan syariah di kalangan pelajar dan generasi muda menjadi prioritas kami, dalam mencetak generasi yang cerdas keuangan dan inovatif di bidang syariah,” ungkap Mirza.
Tak ketinggalan, OJK juga menggandeng Harakah Majelis Taklim DKI Jakarta, untuk menggelar edukasi ekonomi syariah pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal.
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 1.800 anggota Majelis Taklim.
“Melalui berbagai program edukasi ini, kami berharap masyarakat, terutama kaum ibu, dapat lebih memahami pentingnya literasi keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Mirza Adityaswara.















