INKAM, MAKASSAR – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang terus menunjukkan tanda-tanda positif sepanjang tahun 2024.
Dalam rapat Dewan Komisioner yang digelar pada 30 September 2024, Ketua LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, memaparkan sejumlah indikator ekonomi yang memperlihatkan perkembangan positif.
Diantaranya Indeks Ekspektasi Konsumen yang berada di zona optimis, dan pertumbuhan penjualan ritel yang mencapai 5,8 Persen secara tahunan.
Menurut Purbaya, meskipun kondisi ekonomi global masih menghadapi berbagai tantangan, kinerja ekonomi domestik terus membaik dan perlu didorong lebih tinggi lagi.
Surplus neraca perdagangan sebesar USD 2,9 Miliar, menjadi salah satu faktor yang memperkuat ketahanan eksternal Indonesia.
Perbaikan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor-sektor lain di dalam negeri, terutama dalam meningkatkan daya beli masyarakat.
Pada sektor perbankan, pertumbuhan kredit juga mencatatkan hasil yang positif.
Data per Agustus 2024 menunjukkan, kredit perbankan tumbuh sebesar 11,40 Persen secara tahunan, didorong oleh kontribusi dari sektor korporasi yang tumbuh sebesar 14,50 Persen.
Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami peningkatan sebesar 7,01 Persen secara tahunan, menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan.
“Pertumbuhan kredit dan DPK yang solid menjadi indikator penting bahwa perbankan masih berada dalam kondisi yang kuat. Namun, ke depan, kita perlu terus mendorong peningkatan likuiditas agar ekspansi korporasi dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi perekonomian,” ujar Purbaya.
Sektor korporasi, menurutnya, tetap menjadi motor utama pertumbuhan perbankan.
Dengan adanya kontribusi yang signifikan dari sektor ini, LPS berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terus terjaga.
Meskipun demikian, Purbaya menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara ekspansi ekonomi dengan stabilitas keuangan, agar tidak menimbulkan risiko di masa mendatang.
LPS juga terus memantau perkembangan ekonomi global, yang dapat berdampak pada kinerja perbankan nasional.
Purbaya menekankan, stabilitas perbankan sangat penting dalam menjaga likuiditas di pasar, dan perbankan diharapkan terus waspada, serta mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menghadapi tantangan ke depan.















