INKAM, BONE – SMP Islam Athirah Bone menyelenggarakan acara panen karya siswa, sebagai bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Rekayasa Teknologi.”
Acara yang digelar di selasar sekolah ini, dihadiri oleh seluruh siswa dan guru.
P5 bertujuan untuk menguatkan karakter Pancasila pada siswa, melalui pendekatan proyek kreatif.
Kegiatan ini menampilkan karya inovatif yang telah dirancang siswa selama sepekan, mencerminkan semangat gotong royong, kreativitas, dan problem-solving.
Tema “Rekayasa Teknologi” dipilih, untuk memberikan tantangan kepada siswa, dalam merancang dan membangun robot sederhana menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh.
Melalui proyek ini, siswa diperkenalkan dengan teknologi dasar, dan diajak untuk berpikir kritis dalam menghadapi permasalahan teknis.
Proses ini juga mengajarkan siswa untuk bekerja sama dalam tim, memperkuat nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong dan kemandirian.
Karya yang ditampilkan pada acara tersebut bervariasi, sesuai dengan tingkat kelas siswa. Kelas IX, misalnya, ditugaskan membuat mesin hidrolik seperti jembatan, ekskavator, capit, dan dongkrak hidrolik.
Siswa kelas VIII mengerjakan proyek energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan tenaga bayu (PLTB).
Sementara itu, siswa kelas VII diberi kebebasan untuk membuat robot sederhana, sesuai kreativitas mereka, menghasilkan beragam karya unik.
Dalam pameran ini, setiap kelompok kelas menunjukkan hasil karya yang telah mereka buat, dengan penuh antusiasme.
Tidak hanya sekadar menampilkan hasil akhir, siswa juga mempresentasikan proses pembuatan dan tantangan yang mereka hadapi, selama proyek berlangsung.
Hal ini memberikan wawasan lebih dalam kepada para pengunjung, tentang upaya keras di balik setiap karya.
Acara ini kemudian diakhiri dengan pengumuman nominasi karya terbaik, yang dinilai oleh tim juri dari kalangan guru.
Dari kelas VII, kelompok “Becak Tarik” berhasil meraih juara pertama, disusul oleh kelompok “Penyu” dan “Penghisap Debu” di posisi kedua dan ketiga.
Kelas VIII juga tak kalah kompetitif, dengan kelompok yang membuat PLTA dari kelas Ar-Rafi meraih juara pertama.
Untuk kelas IX, kelompok yang membuat “Capit Hidrolik” berhasil menyabet juara pertama.
Hasmawan, S.Pd, salah satu guru yang berperan sebagai juri, menyatakan kepuasannya terhadap hasil karya para siswa.
Menurutnya, P5 kali ini berhasil membuktikan bahwa siswa mampu berpikir kreatif dan inovatif, dalam menghasilkan karya teknologi.
“Hasil dari P5 ini sangat bagus. Siswa menunjukkan kreativitas yang tinggi dalam membuat karya, dan saya yakin ini bisa menjadi bekal berharga bagi mereka di masa depan, terutama saat terjun ke dunia kerja,” ujarnya.
Selain menilai karya-karya tersebut, acara ini juga menjadi momen penting bagi siswa untuk belajar langsung, tentang penerapan teknologi sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan bimbingan dari guru, siswa belajar bahwa rekayasa teknologi tidak selalu harus rumit, tetapi bisa dimulai dari konsep dasar yang sederhana namun bermanfaat.
Panen karya P5 ini juga menjadi sarana bagi siswa, untuk meningkatkan keterampilan presentasi dan komunikasi.
Mereka tidak hanya dituntut untuk membuat karya, tetapi juga menjelaskan ide dan konsep di balik karya mereka kepada juri dan penonton.
Proses ini melatih mereka untuk berpikir sistematis, dan mengkomunikasikan gagasan dengan jelas dan percaya diri.
SMP Islam Athirah Bone berharap, kegiatan seperti ini akan terus berlanjut di masa mendatang, sebagai bagian dari upaya sekolah dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang relevan dengan tantangan dunia modern.
Dengan kombinasi nilai-nilai Pancasila dan pemahaman teknologi, diharapkan para siswa akan menjadi individu yang inovatif, kolaboratif, dan siap bersaing di masa depan.












