INKAM, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, tengah melaksanakan proses seleksi penerimaan dosen baru selama tiga hari, mulai Sabtu, 28 September hingga Senin, 30 September 2024.
Seleksi ini dilaksanakan, untuk mengisi kekosongan tenaga pengajar pada beberapa program studi unggulan, termasuk Pendidikan Dokter, Farmasi, Teknik Informatika, Kebidanan, dan Hukum Ekonomi Syariah.
Proses seleksi diikuti oleh 50 calon dosen yang telah lulus tahap administrasi, dari total 120 orang pendaftar.
Wakil Ketua Panitia Penerimaan Dosen, Dr. Khaeruddin mengatakan, seleksi administrasi merupakan tahap awal yang sangat penting, untuk memastikan bahwa calon dosen memenuhi persyaratan dasar, yang ditetapkan oleh universitas.
“Dari 120 pendaftar, hanya 50 orang yang lolos administrasi dan berhak melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya,” ungkapnya.
Tahapan seleksi dimulai dengan tes tertulis pada Sabtu, 28 September 2024, yang dilaksanakan di Gedung FKIK, Lantai 2, CBT Center.
Tes ini terdiri dari dua bagian, yaitu Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), yang bertujuan untuk mengukur kemampuan dasar serta keahlian spesifik, di bidang masing-masing calon dosen.
Tes berlangsung dari pukul 08.00 hingga 11.00 WITA.
Tidak hanya tes tertulis, seleksi ini juga mencakup uji baca Al-Qur’an yang dilaksanakan di Gedung Balai Sidang, Lantai 2, pada sore hari.
Tes baca Al-Qur’an ini menjadi salah satu ciri khas seleksi di Unismuh Makassar, di mana universitas ini menekankan pentingnya kemampuan calon dosen, dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam.
“Kemampuan baca Al-Qur’an menjadi syarat penting bagi calon dosen di Unismuh, karena kita ingin mencetak tenaga pengajar yang religius sekaligus berkualitas,” tambah Khaeruddin.
Proses seleksi terus berlanjut hingga Ahad, 29 September 2024, di mana para peserta diuji melalui tahapan microteaching atau keterampilan mengajar.
Pada sesi ini, para calon dosen diminta untuk mempraktikkan pengajaran di hadapan panel penilai.
Mereka diharuskan menyampaikan materi dengan cara yang efektif, mengelola kelas, dan berinteraksi dengan mahasiswa.
Selain itu, kemampuan mengajar dalam Bahasa Inggris menjadi bagian penting, dari penilaian pada sesi microteaching.
Unismuh berkomitmen, untuk menjadikan universitas ini sebagai lembaga pendidikan berstandar internasional, sehingga dosen diharapkan mampu mengajar dalam Bahasa Inggris.
Wakil Rektor II Unismuh, Prof. Andi Sukri Syamsuri menegaskan, kemampuan Bahasa Inggris merupakan bagian dari roadmap Unismuh, menuju universitas riset yang bereputasi global.
Melalui proses seleksi yang ketat dan menyeluruh ini, Unismuh berharap mendapatkan dosen-dosen baru yang berkualitas, dan mampu berkontribusi dalam mengembangkan program studi yang ada.
Unismuh juga berkomitmen, untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, dengan menyiapkan tenaga pengajar, yang memiliki kualifikasi unggul dan integritas yang tinggi.












