INKAM, MAKASSAR – Telkomsel, perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, menggelar nonton bareng (nobar) dan talkshow untuk serial drama remaja “Dia Angkasa” di Aula Prof. Syukur Abdullah, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (UNHAS).
Kegiatan ini merupakan bagian dari kerjasama strategis yang berkelanjutan dengan UNHAS, bertujuan untuk mendukung industri kreatif digital di Indonesia, dan mempromosikan karya-karya lokal.
“Dia Angkasa,” yang diadaptasi dari novel Wattpad karya Nurwina Sari, telah mencuri perhatian dengan lebih dari 20,7 juta pembaca dan telah ditonton sebanyak 12,6 juta kali di platform MAXStream sejak tayang pada Juli 2024.
Serial ini tidak hanya populer di dalam negeri, tetapi juga telah ditayangkan di 16 negara melalui VIU, di mana total penontonnya mencapai 5,17 juta.
Nurwina Sari, penulis yang juga merupakan mahasiswa Fakultas Kehutanan UNHAS, merasa bangga atas pencapaian ini.
General Manager Mobile Segment GTM Telkomsel Area Pamasuka, Godo Intan menegaskan, mereka berkomitmen untuk terus mendukung FISIP UNHAS melalui kerjasama yang mengedepankan komunikasi efektif.
“Kami ingin menjadikan serial ‘Dia Angkasa’ sebagai salah satu pilar dalam meningkatkan ekosistem film kampus dan mengedukasi penonton tentang nilai-nilai positif,” ungkapnya.
Serial ini disutradarai oleh Adhe Dharmastriya dan menceritakan tentang kehidupan Angkasa, seorang siswa berandalan yang terlibat dalam banyak masalah.
Namun, hidupnya berubah ketika ia bertemu Aurelani Aurora, seorang gadis yang mampu meredakan ego dan keras kepalanya. Cerita ini menyentuh tema penting tentang pertumbuhan dan perubahan karakter.
Dalam acara tersebut, Nurwina Sari menjelaskan proses kreatifnya. “Dia Angkasa adalah novel pertama yang saya tulis dan butuh waktu satu tahun untuk menyelesaikannya. Saya tidak menyangka bahwa karya ini kini bisa diangkat menjadi serial,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Telkomsel dan MAXStream, atas dukungan yang diberikan.
Dosen Komunikasi UNHAS, Irwanto S. Sos, M.I.Kom, juga berbagi kebanggaannya, melihat karya mahasiswa UNHAS bisa diangkat ke platform digital.
“Semoga semakin banyak penulis lokal yang ceritanya bisa diangkat ke layar lebar,” harapnya.
Acara ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak mahasiswa, untuk berkarya di bidang sastra dan film.















