INKAM, MAKASSAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar mengadakan rapat pleno terbuka, untuk menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam rangka Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan dan Wali Kota Makassar 2024.
Acara ini berlangsung di Hotel MaxOne, Makassar, dengan kehadiran berbagai pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pemilu.
Rapat ini dipimpin oleh Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Makassar, Sri Wahyuningsih, dan dihadiri oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari seluruh kecamatan di Kota Makassar, serta perwakilan dari pasangan calon, Bawaslu, Forkopimda, dan sejumlah camat.
Pleno tersebut menjadi momentum penting untuk transparansi dan kredibilitas data pemilih, yang menjadi landasan utama dalam pelaksanaan pemilu.
Sri Wahyuningsih menekankan, proses penetapan DPT merupakan tahapan penting, memastikan setiap pemilih yang memenuhi syarat terdaftar secara valid.
Ia mengungkapkan, KPU berkomitmen untuk menyajikan data pemilih secara terbuka, dan dapat diakses oleh semua pihak.
“Transparansi adalah kunci. Kami ingin memastikan semua data pemilih ditampilkan secara rinci dan terbuka, untuk menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.
Dalam pleno tersebut, KPU Makassar mengungkapkan jumlah pemilih aktif dari beberapa kecamatan besar di kota ini.
Kecamatan Tallo sementara tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pemilih tertinggi, yakni 102.563 pemilih, disusul oleh Panakkukang dengan 100.352 pemilih.
Kecamatan Makassar juga menempati posisi atas dengan 58.011 pemilih.
Sementara itu, kecamatan seperti Mariso, Mamajang, dan Bontoala juga menyumbang jumlah pemilih yang signifikan.
Beberapa rincian DPT yang diumumkan adalah sebagai berikut:
1. Kecamatan Mariso: 41.024 pemilih
2. Kecamatan Mamajang: 41.703 pemilih
3. Kecamatan Makassar: 58.011 pemilih
4. Kecamatan Tallo: 102.563 pemilih
5. Kecamatan Panakkukang: 100.352 pemilih
Selain itu, Sri Wahyuningsih juga menyampaikan, data pemilih dari beberapa kecamatan seperti Tamalate, Biringkanaya, Manggala, Rappocini, Tamalanrea, dan Kepulauan Sangkarrang masih dalam tahap verifikasi.
Hasil akhir dari kecamatan-kecamatan ini akan segera diumumkan, setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dalam waktu dekat.
Rapat pleno terbuka ini menandai langkah penting KPU Makassar, dalam menjaga integritas pemilu.
Kehadiran berbagai pihak dari instansi terkait, juga menjadi wujud komitmen bersama, untuk menciptakan pemilu yang jujur, transparan, dan adil bagi semua pihak.















