INKAM, MAKASSAR – Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Sulawesi Selatan terus mencatatkan kinerja positif, sepanjang Juni 2024.
Salah satu sektor yang menunjukkan pertumbuhan signifikan adalah perusahaan pembiayaan, dengan total piutang pembiayaan yang meningkat 13,05 persen secara year-on-year (yoy) menjadi Rp18,52 triliun.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Darwisman, menyampaikan bahwa pertumbuhan di sektor perusahaan pembiayaan, merupakan cerminan dari pemulihan ekonomi yang semakin kuat.
“Perusahaan pembiayaan memainkan peran penting dalam mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat, terutama dalam sektor produktif. Pertumbuhan yang stabil ini menunjukkan kepercayaan konsumen yang meningkat terhadap layanan pembiayaan,” ujarnya.
Selain itu, perkembangan industri fintech peer-to-peer lending juga mencatatkan peningkatan yang signifikan. Outstanding pinjaman fintech di Sulawesi Selatan tumbuh 56,72 persen menjadi Rp1,48 triliun.
Tingkat wanprestasi atau gagal bayar fintech tetap terjaga di level aman, yaitu 2,16 persen.
Darwisman menjelaskan, pertumbuhan ini didorong oleh inovasi teknologi, yang semakin memudahkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
“Fintech telah menjadi solusi bagi banyak masyarakat yang sebelumnya tidak terjangkau oleh layanan keuangan konvensional,” jelasnya.
Di sisi lain, sektor dana pensiun di Sulawesi Selatan juga menunjukkan perkembangan yang positif dengan total aset yang tumbuh sebesar 18,22 persen, mencapai Rp1,59 triliun.
Menurut Darwisman, peningkatan ini sejalan dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang.
“Dana pensiun terus berkembang karena semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya menyiapkan masa depan keuangan, terutama di usia pensiun,” tambahnya.
OJK Sulawesi Selatan terus memantau perkembangan sektor IKNB, untuk memastikan stabilitas dan kesehatan industri keuangan di wilayah tersebut.
Menurut Darwisman, dukungan regulasi yang tepat serta pengawasan yang ketat akan terus dilakukan untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan industri keuangan non-bank agar dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah,” katanya.
Dengan tren positif ini, OJK berharap sektor IKNB dapat semakin berperan, dalam memperkuat inklusi keuangan, dan mendukung pembangunan ekonomi di Sulawesi Selatan.















