INKAM, MAKASSAR – Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Bosowa (Unibos) resmi menggelar Orientasi Mahasiswa PPG Dalam Jabatan, yang diikuti oleh 660 mahasiswa terpilih pada Rabu (28/8/2024).
Kegiatan yang berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting ini, menandai dimulainya perjalanan para calon guru profesional, yang akan dibina dan dipersiapkan untuk menjadi pendidik unggul di masa depan.
Orientasi ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Unibos, Prof. Dr. Haeruddin Saleh, S.E., M.Si., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang berhasil lolos seleksi ketat, untuk bergabung dalam program PPG Unibos.
Ia menekankan pentingnya peran guru dalam era globalisasi dan digitalisasi, yang dituntut tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai agen perubahan di masyarakat.
“Selamat datang kepada seluruh mahasiswa PPG Unibos, dan selamat atas pencapaian luar biasa yang telah kalian raih. Kalian adalah orang-orang terpilih yang akan dipersiapkan untuk menjadi guru profesional dengan jiwa pendidik yang tangguh, inspiratif, dan inovatif,” ungkap Prof. Haeruddin.
Kegiatan orientasi ini juga diisi dengan laporan dari Koordinator PPG Unibos, Dr. Ifa Safira, S.Pd., M.Pd., yang memberikan informasi seputar proses pembelajaran di PPG Unibos.
Dr. Ifa Safira menyebutkan, Unibos mendapatkan kuota sebanyak 660 mahasiswa PPG dari tiga bidang ilmu.
Ia juga menekankan pentingnya orientasi ini, sebagai langkah awal bagi mahasiswa dalam mengenal dan memanfaatkan Learning Management System (LMS) PMM, yang akan menjadi platform utama dalam proses belajar mereka.
“Alhamdulillah, 660 mahasiswa PPG yang telah dinyatakan lulus di Unibos, kini sudah memiliki akun LMS masing-masing. Kegiatan orientasi ini bertujuan, untuk mengenalkan dan memberikan arahan penggunaan LMS PMM, sehingga mahasiswa dapat menjalankan pembelajaran secara mandiri dengan baik,” tutur Dr. Ifa Safira.
Dalam orientasi ini, para mahasiswa tidak hanya dibekali dengan pengetahuan teknis tentang penggunaan LMS, tetapi juga diajak untuk memahami pentingnya peran mereka sebagai calon guru, dalam membentuk generasi penerus bangsa.
Prof. Haeruddin dalam penutupannya, mengingatkan para mahasiswa untuk memanfaatkan setiap kesempatan dalam proses pembelajaran ini, untuk mengasah keterampilan dan karakter sebagai pendidik profesional.
“Di era globalisasi dan digitalisasi, peran guru sangat krusial. Kalian tidak hanya dituntut untuk mengajar, tetapi juga untuk menjadi agen perubahan yang membawa pengaruh positif bagi masyarakat. Manfaatkanlah setiap kesempatan, untuk mengembangkan diri sebagai pendidik yang profesional,” pungkas Prof. Haeruddin.
Dengan orientasi ini, Unibos menunjukkan komitmennya dalam mencetak guru-guru yang tidak hanya kompeten dalam bidang ilmu, tetapi juga memiliki karakter dan semangat, untuk menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat.















