INKAM, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkomitmen, untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, melalui program GENCARKAN.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk menjangkau seluruh kabupaten/kota di Indonesia, dan menyasar seluruh kelompok prioritas, dengan dukungan jaringan kantor Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang tersebar di seluruh wilayah.
“Program GENCARKAN bukan hanya sekadar kampanye literasi keuangan. Kami berharap dapat melahirkan 2 juta Duta dan Agen Literasi dan Inklusi Keuangan, yang akan memberikan dampak berkelanjutan melalui berbagai kegiatan edukasi keuangan bagi masyarakat luas. Melalui pendekatan multikanal, kami menargetkan program ini dapat menjangkau hingga 50 juta rakyat Indonesia,” ujar Friderica.
Program GENCARKAN ini memiliki target ambisius. Pada tahun 2025, OJK berharap 90 persen pelajar Indonesia sudah memiliki tabungan.
Selain itu, melalui tabungan khusus Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMuda), sebanyak 2,5 juta mahasiswa dan pemuda ditargetkan memiliki rekening.
Program ini juga mendukung peningkatan akses kredit bagi UMKM melalui Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR), yang diharapkan dapat mencapai 1,6 juta debitur.
Tak hanya itu, program ini juga akan mengakselerasi penggunaan produk keuangan, oleh 30 persen kelompok penyandang disabilitas.
“Tujuan akhir dari Program GENCARKAN ini, untuk meningkatkan indeks inklusi keuangan nasional hingga mencapai 98 persen, pada perayaan Indonesia Emas tahun 2045,” kata Friderica.
Dengan strategi dan target yang jelas, program GENCARKAN diharapkan menjadi motor penggerak, dalam menciptakan masyarakat yang lebih melek keuangan, dan memiliki akses yang lebih luas terhadap produk dan layanan keuangan.
Hal ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan visi Indonesia, sebagai negara dengan inklusi keuangan yang kuat di masa depan.















