INKAM, MAKASSAR – Dalam upaya menggeliatkan pertumbuhan ekonomi melalui investasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan kembali menggelar ajang South Sulawesi Investment Challenge (SSIC), yang kini memasuki tahun keempat.
Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan komunitas bisnis, melalui inisiatif Phinisi Sultan.
SSIC bertujuan, untuk mendorong kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, merancang proyek investasi yang siap dipromosikan kepada investor nasional dan internasional.
Program ini menargetkan sektor-sektor strategis seperti energi, industri, hilirisasi pertanian, dan industri maritim, yang berprinsip pada ekonomi biru (blue economy), yang bersih dan transparan.
“SSIC telah menjadi wadah untuk menggali potensi investasi di Sulawesi Selatan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui proyek yang siap ditawarkan kepada investor,” ujar Wahyu Purnama A., Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, saat memberikan sambutan di Final SSIC 2024, yang digelar di Four Points Hotel by Sheraton Makassar, Rabu (14/8/2024).
Tahun ini, SSIC menampilkan 15 proposal atau Investment Project Ready To Offer (IPRO), dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Setelah melalui seleksi ketat oleh tim penguji independen, enam IPRO terpilih untuk dipresentasikan di hadapan panel juri, dengan tujuan memilih tiga proposal terbaik.
Enam IPRO finalis tahun ini mencakup berbagai proyek strategis, antara lain:
1. Kota Parepare: I-Pro Parepare Mall and Apartment (P’Mart)
2. Kabupaten Bone: I-Pro Industri Pengolahan Jagung Pakan Ternak
3. Kabupaten Barru: I-Pro Pengembangan Cold Storage Produk Perikanan
4. Kota Palopo: I-Pro Taman Wisata Alam Naggala III
5. Kabupaten Luwu: I-Pro Optimalisasi Pemanfaatan Sentra IKM Barambing
6. Kabupaten Luwu Timur: I-Pro Pengolahan Rumput Laut Terpadu
“Kami berharap SSIC dapat menjadi katalisator munculnya ide-ide inovatif dan kreatif untuk menggali potensi ekonomi di daerah, membuka peluang investasi baik dari dalam maupun luar negeri,” kata Erwin, salah satu juri SSIC.
Erwin juga mengungkapkan, bahwa proyek-proyek terpilih akan difasilitasi untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan promosi investasi, termasuk South Sulawesi Investment Forum, yang akan digelar November mendatang.
Forum ini akan mempertemukan investor asing, dengan potensi investasi di Sulawesi Selatan.
Contoh sukses dari SSIC sebelumnya, menunjukkan minat kuat dari investor luar negeri.
Proyek Pasir Gusung Tourism di Kabupaten Selayar, menarik minat investor dari Australia, sementara pabrik rumput laut di Kabupaten Bone mendapat perhatian dari Jepang.
Investasi lainnya, termasuk peternakan dan pengolahan daging sapi di Kabupaten Bone yang dilirik investor Singapura, serta Pembangkit Listrik Tenaga Bayu di Kabupaten Jeneponto yang diminati investor Hong Kong.
Meskipun hingga kini belum ada realisasi investasi dari SSIC, Wahyu optimis bahwa langkah-langkah ini akan membawa dampak positif jangka panjang, bagi perekonomian Sulawesi Selatan.
Plh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Provinsi Sulsel, Muhammad Arafah, menambahkan, SSIC merupakan bagian dari agenda tahunan Forum Percepatan Investasi, yang bekerjasama dengan Bank Indonesia untuk memajukan ekonomi daerah.
“Dengan SSIC, kami memilih proyek-proyek investasi terbaik untuk dipromosikan secara aktif dalam setiap forum investasi, baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pj Wali Kota Palopo, Asrul Sani, memaparkan proyek Taman Wisata Alam (TWA) Naggala III yang diusung Kota Palopo.
Proyek ini dinilai penting, untuk pengembangan ekonomi lokal melalui pariwisata alam, yang sekaligus menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
“Pengembangan TWA Naggala III, merupakan sektor unggulan yang akan menarik minat investor di bidang pariwisata,” ungkap Asrul Sani menutup presentasinya.
Dengan berlanjutnya program SSIC, Sulawesi Selatan berharap dapat terus menjadi magnet bagi investasi, membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di seluruh wilayah.















