INKAM, MAKASSAR – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, melontarkan tantangan tegas kepada para wisudawan pada Selasa (13/8).
Dalam pidatonya, Prof. Hamdan mendesak para alumni untuk menjadi sosok yang merdeka, baik secara ekonomi maupun pemikiran.
“Jangan sampai ada sarjana racikan UIN Alauddin yang tidak bisa mandiri,” tegas Prof. Hamdan.
Ia meminta para orang tua untuk memutus ‘subsidi’ kepada anak-anaknya, agar mereka benar-benar merasakan arti kemandirian.
“Dari kecil disekolahkan, besar dikuliahkan, dinikahkan, sampai punya anak, masih tergantung ke orang tua? Itu namanya bukan sarjana merdeka, tapi layaknya disebut sarjana benalu,” tegasnya.
Selain kemandirian ekonomi, Prof. Hamdan juga mendorong para alumni untuk memiliki pemikiran yang luas.
“Jangan hanya terpaku pada satu pekerjaan. Jadilah pengusaha, politisi, atau bahkan ‘sultan’ di bidang masing-masing,” ujarnya.
Pesan Inspiratif dari Dunia Satwa
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Hamdan juga memberikan pesan inspiratif, dengan membandingkan manusia dengan dunia satwa.
Ia mengajak para wisudawan, untuk meneladani sifat srigala, yang memiliki kepemimpinan yang kuat dan tidak mudah terpengaruh.
“Jangan ikuti mindset anjing yang selalu patuh pada tuannya, baik atau buruk. Jadilah seperti srigala, yang memilih pemimpinnya sendiri dan bertanggung jawab atas pilihannya,” kata Prof. Hamdan.
753 Sarjana Baru
Pada wisuda angkatan 105 ini, UIN Alauddin Makassar meluluskan 753 sarjana dari berbagai program studi.
Rektor berharap, para alumni dapat mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh dan menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa.















