INKAM, MAROS – Tim Bina Desa Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Hasanuddin (Unhas), menyelenggarakan Penyuluhan Hukum Pencegahan Tindak Pidana Kekerasan Seksual Terhadap Anak sebagai Kelompok Rentan, di Desa Temmapaduae, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Jumat (28/6/2024).
Kegiatan bina desa, merupakan bagian dari salah satu pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi Unhas, yakni pengabdian kepada masyarakat.
Di mana dalam pelaksanaannya, rutin dilakukan dua kali dalam setahun, dengan melibatkan mahasiswa maupun dosen serta civitas akademika Unhas.
Pada bina desa kali ini, dikoordinir langsung Prof. Dr. Maskun, S.H., LL.M selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FH Unhas.
Selain itu, juga didampingi beberapa Dosen dari FH Unhas, yakni M. Aris Munandar, S.H., M.H., Wiranti, S.H., M.H., dan Ahmad Nugraha Abrar, S.H., M.H.
Adapun mahasiswa FH Unhas yang terlibat, dalam penyelenggaraan bina desa 2024, sebanyak 29 orang.
Bina desa tahun 2024 batch 1 yang dikoordinir oleh tim dari FH Unhas itu, dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Temmapaduae Bapak Aminuddin.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya, atas dilaksanakannya kegiatan bina desa tersebut, di Desa Temmappaduae.
“Kami segenap perangkat Desa Temmappaduae, sangat mengapresiasi atas pelaksanaan bina desa ini, dengan bentuk penyuluhan hukum pencegahan kekerasan seksual terhadap Anak. Mengingat, kasus seperti itu sudah marak terjadi di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Aminuddin.
“Kami di Desa Temmappaduae, memiliki program yang dikhususkan mengurusi pelindungan terhadap anak dan perempuan. Kami berharap, kegiatan ini bisa memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Temmappaduae, khususnya dalam hal pencegahan tindak pidana kekerasan seksual,” tambahnya.
Lebih lanjut, Camat Marusu Syamsul Idrus, S.STP., M.M. yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan rasa syukur dan bahagia, atas kedatangan tim bina desa FH Unhas.
“Kegiatan ini sangat luar biasa, karena memberikan kontribusi dalam mengedukasi masyarakat, mengenai tata cara pencegahan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak. Apatah lagi, anak ini kan generasi penerus bangsa yang mesti dilindungi hak-haknya,” ujarnya.
“Orang tua menjadi tokoh utama, yang memberikan pelindungan kepada anak-anaknya. Olehnya itu, ke depan aktivitas dan kegiatan serupa semoga bisa dilaksanakan lagi, agar masyarakat semakin banyak memahami soal hukum,” sambungnya.
Koordinator Dosen Pendamping Bina Desa tahun 2024 batch 1 FH Unhas, M. Aris Munandar, S.H., M.H. turut menyampaikan beberapa hal, berkenaan tujuan utama pelaksanaan bina desa tersebut.
“Bina desa ini bertujuan, untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, sebagai wujud Tridharma Perguruan Tinggi, yang diinisiasi oleh Universitas Hasanuddin,” tuturnya.
“Kami sangat berterima kasih, atas kesediaan Kepala Desa Temmappadduae, yang memfasilitasi kegiatan ini. Tentunya, kita berharap, kegiatan ini bisa memberikan kontribusi efektif bagi masyarakat, dalam menyikapi fenomena kejahatan seksual yang dilakukan terhadap anak, sebagai kelompok rentan. Sehingga dapat dicegah sebaik mungkin,” lanjut Aris, sapaan akrabnya.
Masyarakat yang hadir kurang lebih 50 orang, berasal dari kelompok pemuda, perangkat desa, dan PKK Desa Temmapadduae, serta masyarakat pada umumnya.












