INKAM, MAKASSAR – Yayasan Al Fatih yang menaungi SIT Al Fatih menggelar kegiatan wisuda akbar. Acaranya digelar di Hotel Gammara Makassar, Minggu (9/6/2024).
Sebanyak 262 siswa, mengikuti kegiatan tersebut. Terdiri dari lulusan sekolah TK, SD, SMP dan SMA.
Ketua yayasan Muhammad Al Fatih, Dr Peni Setyowati, S.Si, M.Si, MCPC, dalam sambutannya berharap, para siswa yang baru saja menyelesaikan pendidikannya, tetap istiqomah dan meng-habbitkan Alquran dalam kehidupannya.
“Alquran itu bukan hanya dibaca dan dihafalkan, tapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari hari. Karena itu memang yang kami terapkan di sekolah Alfatih,” ujarnya.
Menurut Dr Peni, selain memperbaiki bacaan dan mengejar target hafalan Alqur’an, pihaknya juga mendidik setiap siswa, mengamalkan setiap ayat yang mereka baca, untuk kehidupan sehari hari.
“Ketika siswa sudah masuk ke masyarakat, sudah siap dengan bekal pengetahun Alquran-nya, dengan bekal pendidikannya,” tuturnya.
Keunggulan lain dari SIT ALfatih, ujar Dr Peni, semua guru merupakan pengajar Alquran.
Semua guru diwajibkan dapat mengajar dan mendidik ilmu Alquran. Untuk menciptakan SDM pendidik berkualitas, guru diberikan pendidikan khusus.
“Kami punya visi Unggul Berkarakter Qur’ani, dan itu kami turunkan ke misi kami dari semua unit kerja. Semua harus jelas arah dan tujuannya,” tegas Ketua Yayasan.
SIT Alfatih mempunyai mode pembelajaran yang diciptakan sendiri, yaitu FATIH.
F yaitu fakta dari semua mata pembelajaran, A yaitu awarness, bagaimana membangun kesadaran dalam diri anak-anak murid. Ketika mereka sadar, akan lebih mudah paham dan menerima pelajaran tersebut.
T yaitu treatment. Pihak manajemen dan pendidik menberikan treatment kepada siswa, misalnya outing dan juga uji coba semua mata pelajaran yang didapatkan di sekolah.
I adalah impelementasi. Yaitu bagaimana mengimplementasikan dalam diri masing masing, disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Mulai dari TK, SD, SMP dan SMA.
Terakhir huruf H yaiti habbit. Bagaimana pun metode pembelajaran yang diberikan, kalau tidak di habbit-kan, akan menjadi sia sia. “Kami berusaha konsisten dan berkelanjutan,” pungkasnya.















