Info Kejadian Makassar

Danny Pomanto Diskusi Bareng Ormas Islam, Bahas Penolakan Aktivitas Hiburan Malam W Super Club

INKAM, MAKASSAR – Sikap Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menolak aktivitas hiburan malam W Super Club milik pengacara kondang Hotman Paris, yang berlokasi di Kawasan CPI Makassar kian tegas.

Orang nomor satu di Kota Makassar itu, bahkan mengumpulkan seluruh Ormas Islam, meminta pendapat perihal beroperasinya W Super Club, yang mengundang polemik di masyarakat saat ini.

Diantaranya, Nadhatul Ulama (NU) Makassar, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Makassar, dan Polrestabes Makassar.

Berdasarkan hasil diskusi itu, Danny bersama Ormas Islam sepakat, mengawal dan menolak adanya aktivitas Tempat Hiburan Malam (THM) W Super Club di Kawasan CPI.

Selain dianggap merusak moral anak bangsa, serta bertentangan dengan program Pemkot Makassar yaitu Perkuatan Keimanan Umat dan Jagai Anakta, lokasi W Super Club juga dekat dengan Masjid 99 Kubah dan sekolah.

“Izin THM itu kita belum lihat, inilah yang kita perjuangkan. Berarti di W Super Club tidak ada praktik THM,” tegas Danny, disela-sela diskusi bareng Ormas Islam di Amirullah, Jumat (31/5/2024).

W Super Club saat ini, hanya mengantongi izin operasional bar, bukan THM, club malam atau diskotek. Itu pun juga merupakan otorisas dari Pemprov Sulsel, bukan Pemkot Makassar.

Meski begitu, pemerintah kota juga mesti tegas, karena kehadiran W Super Club mengundang polemik, sehingga aspirasi masyarakat perlu untuk ditindaklanjuti.

Baca Juga  Persiapan Verifikasi Adipura, Dinas Damkar Makasar Lakukan Penyemprotan Echo Enzim di TPA Antang

“Saya membuka dialog agar semua bisa clear, dan hasil sore hari ini saya akan sampaikan ke beliau (Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan),” tutur Danny Pomanto.

Berdasarkan OSS, izin diskotek/club malam merupakan kelompok usaha yang mencakup penyediaan jasa pelayanan minum, sebagai kegiatan utama, di mana menyediakan juga tempat dan fasilitas untuk menari dengan diiringi musik hidup, atraksi pertunjukan lampu sebagai layanan tambahan, serta adanya pramuria.

Sementara bar merupakan kelompok usaha, yang mencakup kegiatannya menghidangkan minuman beralkohol dan nonalkohol, serta makanan kecil untuk umum di tempat usahanya, dan telah mendapatkan ijin dari instansi yang membinanya.

Ketua FKUB Makassar, Prof Arifuddin Ahmad, mendukung langkah Wali Kota Danny Pomanto, menolak aktivitas THM W Super Club.

Apalagi Pemkot Makassar punya dua program unggulan di bidang keagamaan, yakni program Perkuatan Keimanan Umat dan Jagai Anakta’.

“Saya kira wilayah pak wali kota, bagaimana kita tegas mencegah daripada persoalan-persoalan ini,” ungkap Prof Arifuddin.

Ketua DMI Makassar M Yunus juga merespon baik langkah Pemkot Makassar.

Kata Yunus, ini merupakan bentuk kepedulian Danny Pomanto terhadap generasi anak bangsa.

Terlebih Makassar merupakan daerah yang religius. Sehingga ia tidak mau hal-hal buruk terjadi di Kota Makassar.

“Alhamdulillah pak wali punya perhatian khusus buat kita semua,” tutupnya.

WEDDING PACKAGE 500 pax opsi 2
IMG-20240521-WA0010
Market Sessions

Berita Terbaru