INKAM, MAKASSAR – Technical Service Manager Astra Motor Sulawesi Selatan, Nindyatama, mengingatkan kepada konsumen, untuk mewaspadai keberadaan oli palsu.
Jangan sampai, konsumen Honda memakai oli palsu untuk sepeda motor kesayangannya. Sebab, oli sangat berpengaruh besar pada kinerja mesin motor.
Nindyatama menjelaskan, ada ada lima tips untuk membedakan oli asli dan palsu.
Pertama, perhatian barcode pada kemasan tutup oli. Konsumen, katanya, dapat mengecek keaslian oli dengan memindai barcode.
“Jika kita men-scan barcode tersebut dan langsung masuk ke situs resmi, itu adalah oli yang asli. Jika tidak, maka itu kemungkinan besar merupakan oli palsu,” tuturnya.
Tips kedua, perhatikan kemasan pada oli. Ignatius mengatakan, kemasan oli yang asli terlihat lebih tajam dan jelas. Sedangkan kemasan oli paslu, cetakan label cenderung pudar dan kurang tajam.
“Kemudian, konsumen juga dapat melihat mana oli asli dan oli palsu dari tutup oli. Oli yang asli memiliki tutup kemasan yang keras dan sulit dibuka. Sementara oli palsu lebih muda dibuka,” kata Nindyatama.
Sedangkan tips keempat, yakni lihat perbedaan warna oli. Oli yang terlihat cerah dan bersih. Sedangkan oli palsu berwarna lebih pekat dan keruh.
“Perbedaan oli asli dan oli palsu juga bisa dilihat dari kekentalan cairan oli. Oli asli tentu lebih kental ketimbang oli palsu. Ini yang sangat berdampak pada kinerja mesin sepeda motor kita,” ucapnya.















