INKAM, MAKASSAR – Bank Indonesia (BI) Sulsel bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Harapan Jaya, melakukan Panen Raya Padi di Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa. Senin (26/3/2024).
Kepala BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, komoditas padi memiliki peran yang sangat penting dalam ketahanan pangan dan upaya menekan inflasi di Sulawesi Selatan. dan Indonesia secara umum.
Kenaikan harga beras akibat kelangkaan pasokan atau gagal panen, dapat mendorong laju inflasi secara signifikan. Faktor-faktor seperti kenaikan harga pupuk, benih dan input produksi lainnya, juga dapat menyebabkan kenaikan biaya produksi padi, yang berujung pada inflasi.
“Sebagai salah satu provinsi penghasil padi utama di Indonesia, produksi padi di wilayah Sulawesi Selatan juga berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional,” sebut Rizki.
Gapoktan binaan BI Sulsel, terdiri dari 21 Kelompok Tani.
“Gapoktan binaan saat ini memiliki lahan padi seluas 226,42 Ha, terdiri dari 21 kelompok tani yang berlokasi di desa Kalemandalle, kecamatan Bajeng Barat, kabupaten Gowa,” ucapnya.
Rizki Ernadi mengatakan setiap anggota memiliki peran dalam setiap proses, dari penanaman hingga panen, agar berjalan lancar dan berhasil.
“Dengan dilandasi rasa kekeluargaan dan saling mendukung dan menguatkan, menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk tumbuh dan berkembang bersama,” ujarnya.
Ia optimis 21 Kelompok Tani Binaan di Bajeng Kabupaten Gowa ini, akan menjadi percontohan di Indonesia.
Sementara itu, Pj Gubernur Sulsel yang diwakili Asisten II Bidang Pemerintahan, Ichshan Mustari, mengapresiasi adanya kolaborasi yang baik semua stakholder, dalam menjaga ketahanan pangan dan pengendalian inflasi di Sulsel.
“Peran pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten Gowa, BI dan bulog begitu baik. Kalaupun inflasi naik dan kerjasama tidak baik, maka kita bisa kebabblasan,” pungkasnya.












