INKAM, MAKASSAR – Kebutuhan uang kartal di Sulawesi Selatan selama Ramadan 1445 Hijriyah/2024, meningkat dibandingkan tahun 2023 lalu. Kenaikannya dari Rp5,3 triliun menjadi Rp5,5 triliun, atau naik sebesar 3,37 persen.
Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, peningkatan uang kartal tahun ini, karena meningkatnya permintaan di lapangan, menyusul kondisi perekonomian yang semakin membaik pasca pandemi.
Ia menyebut, tahun ini pihaknya menyiapkan Rp5,5 triliun untuk penukaran uang kecil, di ramadan 2024 di Sulsel.
Uang itu tersebar di 75 titik di 41 bank di Sulsel. Termasuk di Makassar.
“Mulai hari ini sampai 5 April, teman-teman dan masyarakat itu dapat menukarkan uang baru, tapi terlebih dahulu memasukkan di aplikasi pintar,” tutupnya.
Sementara, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, menyambut baik program Serambi, atau Semarak Rupiah dan Berkah Idul Fitri 2024 yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan.
“BI ini sangat adaptif dan responsif, karena ini menjadi kebutuhan dasar masyarakat saat ini, penukaran uang kecil,” kata Danny Pomanto, disela-sela acara Kick Of Serambi di Kantor BI Sulsel, Senin (18/3/2024).
Ia menilai, Serambi 2024 merupakan tanda baik perputaran ekonomi di Sulsel, khususnya Kota Makassar. Sebab, uang yang disebar BI terputar secara merata, ke seluruh kalangan masyarakat.
“Secara ekonomi ini tanda baik, karena tradisi sedekah, infak adalah ibadah di bulan ramadan. Supporting BI untuk penukaran uang bisa dibagi lebih merata lagi, dan tentunya itu bisa melancarkan peredaran uang di masyarakat,” jelasnya.
“Itulah prinsip ekonomi, bagaimana uang itu bisa beredar, dan ini kan tanpa disadari ada pemerataan ekonomi di situ, karena ada saling berbagi,” tambah Danny Pomanto.















