INKAM, MAKASSAR – Setelah Jakarta, Bajaj mencoba hadir di Kota Makassar, guna menjawab kebutuhan akan angkutan aman, kapasitas luas, juga efisien dan hemat.
Head of Ride Hailing Indonesia, Ahmad Hidayat mengatakan, 200 armada saat ini telah siap melayani masyarakat di Kota Makassar.
“Melihat antusiasme masyarakat Kota Makassar, kami akan terus menambah jumlah armada. Sampai Februari kami targetkan 300 armada,” ujarnya, saat digelar konferensi pers, Senin (29/1/2024).
Maxride merupakan aplikasi kendaraan online yang menggunakan brand Bajaj asal India. Sampai saat ini, kendaraan tersebut sudah membuka outlet pemasaran di 70 negara di dunia.
“Kami dapat diterima dengan cepat oleh pasar Makassar, karena masyarakat membutuhkan angkutan yang mampu membawa lebih dari satu orang, tapi harganya lebih murah dari angkutan mobil,” tuturnya.
Sebagai syarat utama operasional, ungkap Ahmad, tentunya Bajaj telah melengkapi berbagai perizinan, untuk bisa beroperasinya sebuah unit kendaraan di jalan raya.
Perizinan yang dimaksud antara lain, Sertifikat Uji Tipe, Sertifikat Registrasi Uji Tipe dari Kementerian Perhubungan, Rekomendasi dari Korlantas dan Nilai Jual Kendaraan Bermotor dari Kementerian Dalam Negeri dan Perizinan dari Kementerian Perindustrian yang berkaitan dengan Perakitan dan Pabrik Produksi Bajaj di Citeureup Bogor, Jawa Barat.
“Pada tahap sosialisasi dan uji coba di Makassar, Bajaj juga mengundang instansi terkait, diantaranya Dinas Perhubungan Kota, Dinas Perhubungan Provinsi, Satlantas Polres dan Satlantas Polda, juga melibatkan ORGANDA,” sebutnya.
“Bisnis Maxride dikembangkan dan didaftarkan di Makassar dengan izin platform Digital, Jasa Sistem Komunikasi Data, Aktivitas pengembangan aplikasi E-commerce, dan izin lainnya agar dapat beroperasi dengan baik,” jelas Ahmad.
Board of Representative, Maxride Makassar, Ashish Ray menambahkan, Maxride dan Bajaj ingin menciptakan ekosistem dari kendaraan yang bisa digunakan secara efektif.
Dengan bergabung di Maxride, para mitra mendapatkan dukungan akses moda transportasi Bajaj dengan skema sewa mingguan, sarana pendukung pemesanan berbasis online, dan tentunya akses terhadap kesempatan mendapatkan pendapatan setiap harinya.
Dari sisi pengguna, layanan ini juga sangat diminati, dengan pertumbuhan yang signifikan. Sampai sekarang, jumlahnya sudah lebih dari 35.000 downloader setelah 3 bulan berjalan, ribuan order per harinya, dan banyak diminati dan diunggah di sosial media oleh pengguna.












