INKAM, MAKASSAR – Tepat tahun 1995 atau 28 tahun silam, terjadi peristiwa tragedi berdarah pembantaian tujuh orang dalam satu keluarga di Jalan Karunrung, Kota Makassar.
Saat itu sangat viral, pemberitaan di mana-mana hingga diluar pulau Sulawesi. Akibatnya, rumah sepeninggal keluarga yang dibantai tersebut, oleh masyarakat sekitar dipercaya menjadi angker, sehingga lama tak berpenghuni.
Kisah yang mengenaskan dan penuh misteri tersebut, membuat sineas Sulsel tertarik mengangkat kisah-nya ke layar lebar.
Sutradara Film Tragedi Karunrung 1995, Sony F Rimba mengatakan, proses syutingnya sementara akan dijalankan.
Tahun ini rencananya akan diproduksi, dibantu dari tim Jakarta dari Rumah Produksi Binasol.
“Lokasi diambil di kota Makassar dan sekitarnya, yang rencananya kami bakal mulai syuting bulan November dan Desember 2023,” ucapnya.
Kata Sony, film ini bergenre horor dan durasi 90 menit. Ditargetkan tahun depan sudah bisa didaftarkan di Bioskop.
Produser Kreatif, Nurhidayat mengatakan, untuk pemeran utamanya, bakal ada aktor dan aktris dari Jakarta yang akan digandeng.
Sedangkan peran pembantu utama dan pemeran lainnya, diutamakan dari talent Makassar, memakai Selebgram dan yang sudah pengalaman di layar lebar.
“Kami juga bakal adakan open casting di Makassar, untuk mencari pemain sesuai karakter yang dibutuhkan oleh skenario,” tuturnya.
Sekilas Tragedi Berdarah Karunrung
Peristiwa tersebut termasuk salah satu kasus yang paling tragis di zamannya. Achmadi sekeluarga mati dibantai oleh empat orang tidak dikenal di dalam rumahnya sendiri.
Salah satu yang diduga sebagai pembunuh dengan inisial P menghilang entah kemana, ketika kejadian nahas 12 Mei 1995 tersebut. Sebulan kemudian barulah terdengar kabar, jika si P dan kawan-kawannya yang menjadi eksekutor pembunuhan keluarga Achmadi.
Konon, motif sebenarnya adalah urusan harta dan warisan keluarga. Si P dan kawan-kawannya hanyalah orang suruhan.
Setelah seluruh korban dibantai dengan kapak dan parang, mayat-mayat mereka dibuang ke sumur.
Mereka yang menjadi korban adalah Achmadi, Samsia (istri Achmadi), empat orang anak bernama Masyita, Indrawan, Adrianto, dan Lisanti, serta seorang ART bernama Piddi.
Sudah banyak cerita yang beredar tentang gangguan makhluk halus di sekitar lokasi rumah Achmadi.
Diambil dari beberapa sumber, warga di sekitar sana sudah terbiasa mencium bau anyir darah. Belum lagi beberapa fenomena aneh tak kasat mata yang terjadi.












