Lompat ke konten utama

Info Kejadian Makassar

Unibos Raih Penghargaan PT dengan Pengabdian kepada Masyarakat Terbanyak Tahun 2022

INKAM, MAKASSAR –  Universitas Bosowa (Unibos) raih penghargaan sebagai Perguruan Tinggi dengan Pengabdian Kepada Masyarakat Terbanyak, dalam ajang Anugerah Diktiristek 2022.

Kegiatan ini merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), dalam rangka mendorong transformasi pendidikan tinggi,  melalui Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka atau MBKM.

Penghargaan ini diterima langsung Dr.Ir. Zulkifli Maulana, M.P Vice Rector for Innovation and Community Development;  didampingi Dr. Haeruddin Saleh, S.E., M.Si,  Vice Rector for Academic and Stundent Affairs.

Baca juga: Unibos Buka Kelas Jarak Jauh Khusus Polda Sulsel

Dr.Ir. Zulkifli Maulana, M.P mengatakan,  penghargaan ini tentu merupakan hasil kerja keras dari Dosen dan seluruh elemen Universitas Bosowa. Penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi Unibos, untuk terus meningkatkan kinerja dan prestasi lain di tahun berikutnya.

“Alhamdulillah penghargaan ini merupakan kebanggaan bagi sivitas Akademika Unibos. Tentunya karena satu satunya perguruan tinggi yang mendapatkan penghargaan, dengan jumlah proposal pengabdian kepada masyarakat terbanyak yang mendapatkan bantuan pendanaan DRTPM Periode Tahun 2020-2022,” jelas Vice Rector for Innovation and Community Development.

“Ini merupakan hasil kerja keras dari para dosen dan sivitas akademika Unibos,  dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat. Ini akan menjadi motivasi bagi kami, untuk untuk terus berinovasi kedepannya dan menjaga kualitas SDM di Unibos,” tambahnya.

Baca Juga  Itjen Kemenag RI Lakukan Evaluasi Program, Litapdimas TA 2021 Dosen UIN Alauddin Makassar
CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah