Balai KIPM Makassar Optimalkan Pelayanan Digital di Masa Pandemi

INKAM, MAKASSAR – Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Makassar menyelenggarakan Coaching Clinic pelayanan publik tahun 2021 di Hotel Rinra Makassar.

Adapun kegiatan tersebut, bertujuan untuk memudahkan pengguna layanan dalam mengurus dokumen perkarantinaan khususnya di era pandemi.

Pengguna juga dipermudah melakukan pengurusan health certificate kapan saja dan dimana saja, khususnya bagi pengguna layanan yang berlokasi di luar kota Makassar.

“Acara dilaksanakan 11-13 November 2021. Harapan kami, bisa melatih petugas pelayanan instansi pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik dan menghasilkan inovasi-inovasi pelayanan masyarakat, ” ujar Ir Sitti Chadidjah, M. Si, Kepala Balai Besar KIPM Makassar, Kamis (11/11/ 2021).

Selain itu, Balai KIPM Makassar merumuskan inovasi baru terkait pelayanan yaitu Sistem Pelayanan Tanpa Tatap Muka (Sipetta).

”Inovasi ini lahir di tengah masa pandemi Covid-19, yang memudahkan untuk pengguna layanan dalam mengurus sertifikasi kesehatan ikan dan produk perikanan khususnya di tengah pandemi,” tambahnya.

Ia berharap, kegiatan ini akan melahirkan petugas pelayanan yang kompeten dan berkontribusi terhadap peningkatan kinerja ekspor komoditi perikanan.

” Triwulan III 2021 volume ekspor komoditi perikanan Sulsel capai 150 ribu ton, sementara tahun 2020 158 ribu ton dengan nilai komoditi Rp5, 47 Triliun. Harapan kita bisa meningkat berkat pelayanan publik yang prima, “tutupnya.

Hadir dalam kegiatan, Kepala Pusat Standarisasi, Sistem dan Kepatuhan BKIPM Kementerian Kelautan Teguh Samudro, Balai Besar Karantina Pertanian Makassar, Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Makassar, Termina Peti Kemas Makassar, dan peserta dari instansi terkait.

” Digitalisasi memang semakin terdorong karena adanya pandemi. Dinamika-dinamika yang harus menjawab juga. Pemeriksaan yang biasanya dilakukan secara fisik kini dilakukan secara virtual. Seperti inspeksi, surpilor dan ini tidak hanya dilakukan di nasional saja tapi di negara lain mitra dengan kita seperti China,” tambah Teguh Samudro, Kepala Pusat Standarisasi, Sistem dan Kepatuhan BKIPM Kementerian Kelautan.

READ  ACI Galakkan Menanam Sendiri Komoditas Holtikultura

Namun lanjutnya, tentu ada hal lain yang tidak bisa dilakukan secara virtual seperti pengambilan sampel dan laboratorium direkam secara fisik. ” Tidak ada perbedaan yang pemeriksaan manual dan virtual, “tegasnya.

Comments

comments

Check Also

Terpilih Pimpin Kadin Gowa, Ardiansyah Arsyad Ingin Bangkitkan UMKM

INKAM, GOWA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Gowa, telah menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab),  Sabtu-Minggu, …