ShopeePay Talk Beberkan Tiga Kriteria Utama Memilih Rekan Bisnis yang Tepat

INKAM, JAKARTA – Di tengah geliat industri bisnis yang mulai berangsur pulih, ShopeePay Talk, sebuah platform diskusi interaktif bulanan yang diinisiasi oleh ShopeePay untuk membahas berbagai topik ringan, trendy dan insightful, kembali hadir mengangkat salah satu topik yang fundamental dan krusial di fase awal merintis bisnis, yaitu memilih rekan bisnis.

Mengusung tema Selektif Pilih Teman Dagang, Bisnis Makin Langgeng, dua orang pebisnis inspiratif Irvan Helmi (Co-founder dan Director of Anomali Coffee & Pipiltin Cocoa) bersama Helga Angelina (Co-founder dan CEO Burgreens & Green Rebel) berbagi kisah mengenai lika-liku membangun bisnis bersama, serta faktor penting apa saja yang perlu diperhatikan saat memilih rekan bisnis.

Selain itu, dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ., sebagai seorang pakar di bidang psikiatri, juga turut memaparkan strategi memilih rekan bisnis dari sisi psikologi, agar dapat menjalankan hubungan bisnis jangka panjang.

Baca juga: Shopee Hadirkan 11.11 Big Sale, Festival Belanja Yang Paling Dinantikan

“Kami menyadari bahwa fase awal membangun sebuah bisnis membutuhkan persiapan yang sangat kompleks. Untuk itu, menggandeng rekan bisnis dapat menjadi salah satu solusi efektif, karena sinergi dari beberapa individu sekaligus dapat membantu meningkatkan efektivitas setiap proses yang ada di dalamnya,” tutur Eka Nilam Dari, Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay.

Namun, sama halnya dengan mempersiapkan modal dan strategi bisnis, lanjutnya, memilih rekan bisnis yang tepat juga bukan perkara mudah dan butuh persiapan yang matang. Sejalan dengan komitmen ShopeePay untuk bertumbuh bersama bisnis dari berbagai sektor, ShopeePay Talk kali ini menghadirkan pandangan holistik seputar strategi mencari dan menjaga komunikasi yang sehat dengan rekan bisnis.

Membangun bisnis bersama rekan yang tepat memang dapat mengakselerasi performa sebuah bisnis, karena kehadiran individu lain di dalam bisnis dapat memperluas perspektif, menambah teman bertukar pikiran, menyeimbangkan beban pekerjaan, hingga sinergi modal usaha. Setiap individu pastinya memiliki kebebasan untuk memilih rekan bisnisnya, baik bersama orang yang baru dikenal, teman dekat, pasangan, bahkan keluarga sekalipun.

READ  Plt Gubernur Sulsel Ingin Kembalikan Kejayaan Sutra di Wajo dan Soppeng

Namun, terlepas dari status hubungan yang telah dibangun dengan rekan bisnis tersebut, penilaian awal saat memilih rekan bisnis harus tetap dilakukan secara objektif agar tidak menimbulkan penilaian yang bias.

Bercermin dari kisah Irvan Helmi yang membangun Anomali Coffee, bersama sahabatnya sejak SMA, dan Pipiltin Cocoa bersama sang kakak, serta Helga Angelina yang mendirikan Burgreens bersama kekasih yang kini telah menjadi suaminya, ada beberapa kriteria utama yang dapat dipertimbangkan dalam memilih rekan bisnis.

Salah satu fondasi yang dibutuhkan dalam mengembangkan bisnis bersama rekan, dapat mulai dibangun dengan mencari rekan bisnis yang memiliki keterampilan berbeda. Pada dasarnya setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, keterampilan berbeda dapat membantu para pemilik bisnis untuk saling melengkapi satu dengan lainnya, dalam mendorong perkembangan bisnis.

Co-Founder and Director of Anomali Coffee & Pipiltin Cocoa, Irvan Helmi mengungkapkan, memilih rekan bisnis bukan hanya sekadar berlandaskan alasan sudah kenal baik sejak lama. “Meskipun saya memilih menjadikan sahabat lama dan kakak saya sendiri sebagai rekan bisnis, saya tidak pernah mengenyampingkan kriteria utama yang saya cari dari seorang rekan bisnis yang baik, yaitu adanya perbedaan keterampilan untuk saling melengkapi,” tuturnya.

Di Anomali Coffee, Irvan lebih fokus menangani hal yang berhubungan dengan marketing dan kualitas produk, sedangkan rekannya Agam menangani keuangan bisnis dan strategi bisnis secara garis besar. “Alhasil, saya banyak belajar dari Agam tentang strategi menjalankan bisnis dan pengalaman tersebut saya terapkan saat saya membangun Pipiltin Cocoa bersama kakak saya. Sedangkan, kakak saya yang memang lebih mahir di bidang marketing, lebih fokus menangani strategi marketing Pipiltin Cocoa. Perbedaan keterampilan inilah yang dapat menjadi sebuah nilai tambah, yang membuat kami memiliki perspektif yang lebih luas dalam mencapai tujuan bisnis,” jelasnya.

READ  Hadir di Makassar, ShopeePay Semangat Usaha Lokal Dorong Pegiat UMKM untuk Tingkatkan Bisnisnya

Selain keterampilan, rekan bisnis juga pastinya harus mengemban komitmen yang kuat, sehingga tiap individu yang terlibat di dalamnya bersedia mengenyampingkan keakuan, dan fokus memberikan 100% usahanya untuk mencapai tujuan bisnis yang telah dirancang bersama. 

“Bisnis merupakan usaha jangka panjang yang harus terus diupayakan. Ketika memutuskan untuk membangun Burgreens bersama Max, sekalipun Max merupakan pacar saya pada saat itu, namun kami menyepakati beberapa hal mendasar yang dituangkan ke dalam perjanjian kerja sama yang sah. Dengan begitu, kami bisa menjaga profesionalitas berbekal komitmen yang telah kami tentukan bersama, dan tidak lagi membawa status ‘teman’, ‘pacar’, atau ‘saudara’, tetapi semua dilakukan atas kelangsungan bisnis dan tujuan bersama. Bagi saya, memilih rekan bisnis yang mau dan mampu memegang teguh komitmen, dapat membantu kita dalam mendorong pertumbuhan bisnis,” ujar Helga Angelina, Co-founder dan CEO Burgreens & Green Rebel.

Baca juga: 352 Tahun Sulsel, Plt Gubernur: Sulsel Secara Perlahan dan Pasti Menuju Lebih Baik

Setiap orang memiliki nilai-nilai kehidupan yang mereka pegang teguh dalam menjalani kehidupan. Penting bagi pelaku bisnis untuk memahami nilai-nilai hidup yang dipegang teguh oleh rekan bisnis mereka. Memiliki beberapa nilai kehidupan yang sama dapat membantu mereka saling memahami dan menciptakan hubungan bisnis yang lebih langgeng. 

“Kepribadian setiap orang memang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun, perbedaan tersebut dapat disatukan dengan nilai-nilai kehidupan yang mereka pegang teguh. Kedua individu atau lebih dapat dikatakan cocok satu sama lain untuk menjalin hubungan bisnis jangka panjang, apabila mereka memegang beberapa nilai-nilai kehidupan yang saling beririsan,” papar dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ., sebagai seorang psikiater.

Diungkapkan lebih lanjut, misalnya, kedua individu ini sangat menjunjung tinggi nilai kejujuran, maka mereka pun akan cenderung menjalankan bisnis dengan saling terbuka dan jujur dalam berkomunikasi. Setiap individu yang memegang beberapa nilai kehidupan yang sama, akan lebih mudah untuk saling memahami dan berempati satu sama lain, sehingga dapat lebih bijak saat menghadapi konflik bersama.

READ  Gojek dan Tokopedia Merger Bentuk GoTo

ShopeePay Talk akan terus dihadirkan setiap bulan, dengan tema-tema yang menarik untuk berdiskusi dan berbagi informasi dari perspektif bisnis secara ringan, trendy, dan insightful. Nantikan ShopeePay Talk episode berikut dengan tema dan narasumber menarik lainnya

Comments

comments

Check Also

Terpilih Pimpin Kadin Gowa, Ardiansyah Arsyad Ingin Bangkitkan UMKM

INKAM, GOWA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Gowa, telah menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab),  Sabtu-Minggu, …