Instruktur Mekanik : Salah Pilih BBM, Bisa Berakibat Puluhan Juta Keluar di Bengkel

INKAM, MAKASSAR – Saat ini di pasaran terdapat beragam jenis BBM, namun seringkali kita tidak sadar dan hanya memilih berdasarkan harga termurah.

Padahal, pilihan penggunaan bahan bakar dengan pertimbangan ekonomis rupanya bisa membuat kendaraan kita malah jauh lebih boros. Bahkan, penggunaan bahan bakar dengan oktan rendah yang tidak sesuai jenis kendaraan rupanya bisa berakibat fatal terutama kerusakan pada mesin.

Hal ini diungkapkan oleh salah seorang instruktur mekanik, Muhammad Arief Munafri, mengungkapkan beberapa fakta, kondisi mesin yang ia temui seringkali dalam keadaan memprihatinkan. Padahal, pemakaiannya masih baru dan kurang dari 5 tahun.

Baca juga: Yamaha XSR-155 Hadirkan Matta Green, untuk Penikmat Warna Alam

Perlu diketahui, kualitas bahan bakar khususnya jenis bensin atau gasoline dilihat dari angka oktannya, atau biasa disebut dengan RON (Research Octane Number). Semakin tinggi nilai oktan, semakin baik pembakarannya untuk mesin kendaraan dan semakin sedikit menghasilkan emisi gas buang kendaraan.

Saat ini di pasaran, untuk BBM jenis gasoline terdapat RON 88 Premium atau setara, RON 90/91 Pertalite atau setara, RON 92 Pertamax atau setara, RON 95/98 Pertamax Turbo atau setara.

Arief yang sekarang bekerja untuk Bengkel Honda Sanggar Laut Group, Kota Makassar, mengatakan, konsumen seharusnya cermat dalam memilih bahan bakar. Banyak keluhan pelanggan ia dapatkan dengan mobil, bermasalah di awal tahun pemakaian. Ternyata pelanggan itu punya kesalahan memakai bahan bakar yang tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan.

“Pelanggan awam paham mengisi bahan bakar, tapi tidak paham apa yang buat mobil bisa jalan dengan performa maksimal, dan bikin awet mesin kendaraan,” kata Arief.

Baca juga: Telkomsel Sosialisasi Bantuan Kuota Gratis dari Pemerintah, untuk Pembelajaran Jarak Jauh

READ  Ramadan Kedua di Tengah Pandemi, IM3 Ooredoo Ajak #SilaturahmiTanpaHenti

Arief mengatakan, pertimbangan memilih bahan bakar itu krusial sebetulnya. “Misal kita pilih premium. Saat ini kita hemat, hemat diawal tapi boros di akhir. Lebih baik kita sedikit menambah rupiahnya tapi kualitas kita dapat jangka panjang,” terangnya.

Lanjutnya, pabrikan kendaraan produksi tahun 2000an ke atas memiliki mesin yang berbeda dengan kendaraan produksi dulu. Begitupun jenis bahan bakar yang cocok bagi kendaraan yang saat ini, merekomendasikan penggunaan bahan bakar tanpa timbal dengan minimal RON 91, yang tertera di spesifikasi kendaraan.

Dijelaskan Arief, penggunaan bahan bakar dengan oktan yang lebih rendah rupanya bisa membuat kendaraan kita lebih boros.

”Dalam 1 liter yang sama dan kondisi rute luar kota pada perjalanan bebas hambatan, penggunaan Premium (Oktan 88) hanya mampu menjangkau 15 km per liter, sedangkan Pertamax (Oktan 92) bisa 20 km per liter untuk mesin kendaraan 1.500 cc. Ini akibat pembakaran dalam mesin lebih sempurna,” ungkapnya.

Comments

comments

Check Also

Telkomsel Sosialisasi Bantuan Kuota Gratis dari Pemerintah, untuk Pembelajaran Jarak Jauh

INKAM, MAKASSAR – Dalam mendukung program bantuan kuota gratis dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, …