Pakai Bahasa yang Baik dan Hindari Kalimat Multitafsir

INKAM, LUWU UTARA – Rangkaian Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siber Kreasi bersama Dyandra Promosindo kembali menggelar kegiatan diskusi virtual pada Rabu, 23 Juni 2021. Kolaborasi ketiga lembaga tersebut dikhususkan pada penyelenggaraan Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Dalam webinar yang digelar di Luwu Utara, Sulawesi Selatan ini membahas tema “Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial” dan dihadiri sebanyak 443 peserta . Hadir sebagai pembicara masing-masing yaitu Riswansyah Muchsin selaku Komisioner Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) Sulawesi Selatan, Risma Niswaty selaku Dosen Ilmu Administrasi Publik Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM), Abdul Gafur R Sarabiti selaku Pegiat Budaya Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta Founder Sekolah Gembira, serta Nurul Fadillah selaku Pegiat Literasi Ruang Antara. Sedangkan moderator adalah Shinta Ardhani yang merupakan seorang Jurnalis.

Materi pertama webinar ini diisi oleh Riswansyah Muchsin yang membawakan paparan dengan tajuk “Memanfaatkan Internet Sebagai Ruang Kreativitas”. Menurut dia, kehadiran internet yang semakin pesat penggunaannya banyak mengandung hal positif untuk dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin. Antara lain, sebagai wadah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan serta penambahan wawasan, difungsikan sebagai media hiburan sekaligus dapat memperluas jaringan pertemanan, efektivitas biaya dan waktu, serta dapat digunakan sebagai peluang bisnis atau usaha.

Namun begitu, terdapat juga sisi negatif yang kerap terjadi dan merugikan para warganet. Riswansyah mencontohkan, perilaku negatif di dunia internet misalnya phising atau penipuan, dan pelanggaran hak cipta atau menyadur konten seseorang tanpa menyebut sumber aslinya. “Terlalu seringnya remaja menggunakan mesin pencari untuk kegiatan belajar, bisa saja berdampak buruk yang mendorong siswa untuk malas membaca. Sehingga, perlu pendampingan orang tua dalam penggunaan internet,” ujar Riswansyah.

READ  Peringati Pekan Air Dunia, Suntory Garuda Beverage Resmikan Fasilitas Greenhouse Pertama di Sekolah Binaan Mizuiku

Selanjutnya, tampil juga Nurul Fadillah sebagai narasumber kedua yang memaparkan tema “Bebas, Namun Terbatas Berekspresi di Media Sosial”. Dalam berkomentar atau mengunggah konten di media sosial ada tiga etika dasar yang perlu ditaati. Pertama, gunakan bahasa yang baik dan benar dan hindari kalimat multitafsir yang berakibat terjadinya kesalahpahaman.

Kemudian, menghargai keberadaan orang lain dengan tidak mencela dan menghinanya, serta tidak mengganggu privasi di media daringnya. “Ketiga, mengunggah apapun secara wajar. Jangan terlalu mudah memberikan informasi pribadi demi meminimalkan dampak negatif terhadap keamanan data,” kata dia.

Narasumber ketiga Abdul Gafur memaparkan materi dengan tema “Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar di Dunia Digital”. Bahasa yang baik berarti penggunaan kata atau kalimat yang sesuai dengan situasi, sedangkan bahasa yang benar merupakan tuturan kata yang telah sesuai dengan ejaaan baik secara lisan maupun tulisan. “Seorang pengguna media sosial yang cerdas memilih kata-kata dan ragam tuturan yang tepat akan menimbulkan efek positif dalam proses komunikasinya, begitu juga sebaliknya,” ujar Gafur.

Pembicara keempat pada diskusi virtual ini yaitu Risma Niswaty yang memaparkan tentang “Kenali dan Pahami Rekam Jejak Digital”. Setiap konten dan komentar yang diunggah oleh warganet di media sosial sudah barang tentu akan menjadi jejak digital yang tak mungkin untuk dihapus di kemudian hari. Jejak digital adalah tanda yang ditinggalkan saat menggunakan internet dan dapat membentuk reputasi seseorang.

Menurutnya, saat ini banyak kasus seseorang yang karirnya hancur lantaran jejak digital negatifnya muncul di di mesin pencari. Bahkan, seseorang bisa saja gagal untuk mendapat pekerjaan karena unggahan negatif di media sosial ditemukan oleh calon atasan.

READ  Ramah Berdakwah Berlimpah Faedah

Peserta seminar digital di Luwu Utara ini cukup antusias mengikuti acara ini hingga selesai. Setelah pemaparan dari empat narasumber, sejumlah peserta diberikan kesempatan bertanya kepada masing-masing penyelenggara. Panitia seminar virtual menyediakan 10 voucher dengan nilai masing-masing Rp 100.000.

Kegiatan Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif dari para narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Comments

comments

Check Also

Stop! Jangan Umbar Data Pribadi di Dunia Maya

INKAM, DONGGALA – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan …