Pertimbangkan Konsekuensi Hukum di Media Sosial

INKAM, PARIGI – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siber Kreasi, bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 12 Juni 2021 di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber, yaitu Runi Virnita Mamonto dari Digital Brandcomm Skena Wahana Kreatif, Andi Appi Patongai selaku inisiator 1.000 guru di Sulawesi Selatan, Ignatius Haryanto selaku Dosen Jurnalistik pada Universitas Multimedia Nusantara Tangerang Selatan, dan Baginda Muda Bangsa selaku Co-Founder Yayasan Generasi Emas Indonesia.

Episode kali ini diikuti oleh 402 peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Runi Virnita Mamonto yang membawakan tema “Digital Skill: Positif, Kreatif, dan Aman di Internet”. Menurut dia, dunia maya adalah perwakilan atau perwujudan setiap pribadi di dunia nyata. Meski virtual, di dunia maya masih berlaku hukum-hukum positif seperti halnya di dunia nyata. Oleh karena itu, perilaku baik kita di dunia nyata harus dibawa dan diterapkan di dunia maya.

“Harus ada konsistensi saat beraktivitas di dunia maya. Jangan karena merasa virtual, lalu kita bisa berbuat seenaknya di dunia maya. Semua itu ada konsekuensinya,” ujarnya.

Berikutnya, Andi Appi Patongai menyampaikan materi berjudul “Digital Ethics: Bebas Namun Terbatas Berekspresi di Media Sosial”. Ia mengatakan, media sosial bukan hanya semata untuk personal branding, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk pengenalan produk bisnis kita. Selain itu, media sosial bisa digunakan untuk berbagi hal-hal yang menginspirasi orang lain. Sebaliknya, apabila kita berbuat salah di media sosial, bisa dikatakan seluruh dunia dapat mengetahuinya.

READ  Cerdas Menggunakan Dompet Digital, Jangan Malah Menambah Beban

“Oleh karena itu, harus ada kontrol diri sebelum membagi konten atau membagikan informasi di media sosial. Begitu juga apabila hendak mengomentari unggahan orang lain,” ucapnya.

Sebagai pemateri ketiga, Ignatius Haryanto membawakan tema tentang “Digital Culture: Berbahasa yang Baik dan Benar di Media Sosial”. Menurut dia, bahasa adalah cerminan dari apa yang dipikirkan seseorang. Di media sosial, penggunaan bahasa harus memenuhi kaidah yang baik dan benar. Tujuannya adalah untuk menghindari kesalahpahaman, multitafsir, atau tanggapan yang berbeda.

“Ada keragaman budaya di dunia internet yang belum tentu bisa memahami cara berkomunikasi kita. Keragaman ini bisa soal budaya, gender, ras, atau pilihan politik,” tuturnya. Risiko berbahasa yang kurang baik adalah menghasilkan kebingungan hingga memperdalam konflik.

Adapun Baginda Muda Bangsa, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Digital Safety: Kenali dan Pahami Rekam Jejak di Era Digital”. Ia mengatakan, seluruh aktivitas kita di dunia maya akan tersimpan dan tercatat. Itu semua timbul selama kita berselancar di dunia maya dan meninggalkan jejak digital. Ia membagi jejak digital menjadi dua, yaitu aktif dan pasif. Jejak aktif adalah sesuatu yang dibagikan secara sadar ke publik dan punya kontrol, misalnya mengunggah aktivitas jalan-jalan.

“Semua aktivitas kita di internet terpantau dan tercatat. Oleh karena itu, disarankan jangan mudah membagi informasi penting atau privat di dunia maya karena rentan untuk disalahgunakan pihak lain,” katanya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiasme dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

READ  BAK dan Yudhi, Sepakat Duta Baca Sulsel, Harus Teken Fakta Integritas

Kegiatan Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi diselenggarakan secara virtual mulai bulan Mei hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi informatif yang pastinya disampaikan oleh para narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Comments

comments

Check Also

Stop! Jangan Umbar Data Pribadi di Dunia Maya

INKAM, DONGGALA – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan …