Mencermati Cara Bertransaksi Digital

INKAM, PAREPARE – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 9 Juni 2021 di ParePare, Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Bagaimana Berbelanja Online dengan Dompet Digital”.

Sejumlah narasumber yang dihadirkan dalam webinar ini, antara lain Ira Taliki, freelance desainer grafis dan pegiat literasi; Mike Rini, perencana keuangan dan pendiri Mitra Rencana Edukasi; Arham Rasyid, key opinion leader; dan Nurdin Amir, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Narasumber pertama, Ira Taliki, membahas tema berjudul “Dompet Digital dan Transaksi Elektronik”. Ia menceritakan pengalaman dirinya selama sembilan tahun menggunakan platform pembayaran digital, PayPal. Ira selama ini aktif berjualan barang buatan tangan dan karya desain (infografis, desain kemasan, desain logo, dll) secara daring di Etsy.com sehingga mau tak mau mengharuskan dirinya memakai platform PayPal.

Dengan PayPal ini, kata dia, memudahkan dirinya bertransaksi dengan kliennya di luar negeri. Ira juga menerangkan tentang kekurangan menggunakan PayPal, diantaranya pemotongan 2,9 persen dan harus memiliki kartu kredit (Visa, Mastercard). “Itu yang saya rasakan sekarang ya,” ujar dia.

Narasumber kedua, Mike Rini, membawakan materi bertema “Memahami Etika Bertransaksi di Dunia Digital.” Menurut dia, etika bukanlah sesuatu yang salah atau benar dan bisa sangat subjektif. Jika dianalogikan dalam warna, etika termasuk abu-abu. “Karena bisa jadi (etika tertentu) buat orang itu pantas, buat yang lain tidak pantas,” ujar dia.

READ  Bebas Khawatir Gunakan Dompet Digital

“Sehingga, untuk menyikapi etika harus dengan kedewasaan kita. Karena etika bertujuan agar kita berperilaku baik, berinteraksi dengan baik, dengan apa? Dengan empati,” ujar dia. Oleh karenanya, Mike mengatakan, etika digital adalah norma sosial atau sebuah konsensus tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak serta kewajiban moral dari para pengguna internet dalam hal saling berinteraksi di dunia digital. Norma tersebut juga berlaku saat bertransaksi digital.

Narasumber ketiga, Arham Rasyid, yang mengupas materi berjudul “Pilih Mana, Nabung atau Belanja Online?”. Terkait dengan belanja daring, ia membeberkan tipe-tipe pembelanja atau pembeli, antara lain pembelanja sosial, pembelanja terencana, pembelanja sedekah, pembelanja untuk terapi, dan pembelanja menyebalkan. “Efek belanja daring yang mudah menimbulkan seseorang tumbuh menjadi pribadi yang konsumtif. Berbelanja daring memang tidak dilarang, namun kita harus bisa mengendalikan keinginan agar tidak menyesal kemudian,” ujarnya.

Narasumber keempat, Nurdin Amir, membawakan materi dengan tema “Belanja Online yang Aman”. Ia mengatakan, keamanan digital adalah proses untuk memastikan penggunaan layanan digital, baik secara daring maupun luring, agar dapat dilakukan secara aman dan nyaman.

Terdapat empat peta kompetensi keamanan digital, yaitu pengamanan perangkat, pengamanan identitas, mewaspadai penipuan, memahami rekam jejak, dan memahami keamanan digital bagi anak. “Semakin kita banyak berselancar di internet atau bertransaksi digital, ya mau tidak mau, perangkat kita juga rawan terhadap kejahatan. Maka, penting untuk perlindungan diri,” ujar dia.

Setelah pemaparan materi oleh keempat narasumber, kegiatan Literasi Digital dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diarahkan oleh moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber berkaitan dengan tema dan materi yang telah disampaikan. Sepuluh peserta beruntung akan mendapatkan uang elektronik sebesar Rp. 100.000,- untuk setiap peserta.

READ  Hindari Pencurian Data Pribadi dari Tautan Palsu

Kegiatan Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang pastinya disampaikan oleh para narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Comments

comments

Check Also

Stop! Jangan Umbar Data Pribadi di Dunia Maya

INKAM, DONGGALA – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan …